Oleh Zubi Mahrofi
Jakarta, 30/4 (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat tipis sebesar sembilan poin menjadi Rp12.921 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.930 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pertumbuhan produk domestik bruto Amerika Serikat periode kuartal I 2015 yang di bawah perkiraan kalangan analis menjadi salah satu faktor penekan mata uang dolar AS di pasar global.
"PDB Amerika Serikat hanya tumbuh 0,2 persen di kuartal I 2015, di bawah kuartal sebelumnya yang 2,2 persen dan perkiraan analis yang sebesar 1 persen," katanya.
Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka melanjutkan penurunan sebesar 17,63 poin di tengah minimnya sentimen positif dari dalam negeri dan eksternal.
IHSG BEI dibuka turun 17,63 poin atau 0,35 persen menjadi 5.087,92. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak melemah 4,48 poin (0,51 persen) ke level 872,80.
"Tekanan IHSG masih terjadi seiring dengan akumulasi sentimen negatif yang muncul di pasar saham baik dari dalam negeri maupun eksternal," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah di Jakarta, Kamis. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.