Kediri (Antara Jatim) - Pelaksanaan ujian nasional (UN) berbasis komputer di SMKN 3 Kediri, Jawa Timur, sesi pertama terpaksa ditunda karena kendala teknis di jaringan komputer sehingga tidak bisa diakses.
Kepala SMKN 3 Kediri Bambang Eko, Senin mengatakan ada satu \"file\" dari sembilan file yang tidak bisa dibuka dan berwarna merah sehingga seluruh file tidak bisa terakses.
\"Kami cek pagi, dan ternyata ada satu file yang merah. Kami sudah \'download\' pada Sabtu (11/4) sampai jam 03.00 WIB dini hari (Minggu, 12/4) dan semua sukses. Jadi, kami tenang, tapi ketika anak-anak mulai ujian, ternyata tdiak bisa \'login\',\" katanya saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan, sudah meminta kepada tim teknis untuk memperbaikinya, tapi ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam aturan, jika ada kendala teknis lebih dari 60 menit, tidak bisa dilanjutkan dan harus dilakukan penjadwalan ulang.
Pihaknya juga mengatakan, saat ini kendala teknis itu juga sudah teratasi. Tim juga langsung konfirmasi ke pusat dan saat ini semua file sudah bisa digunakan dan semua berwarna hijau.
Untuk saat ini, ujian sesi pertama, yang seharusnya dimulai ada pukul 08.00 WIB, terpaksa tidak bisa dilakukan. Sebanyak 63 anak yang seharusnya mengikuti UN berbasis komputer juga terpaksa ditunda dulu pelaksanaan ujiannya.
\"Namun, untuk sesi selanjutnya sudah bisa dilakukan. Kami sudah menghubungi pusat kembali untuk penjadwalan ulang, untuk bisa ikut sesi ke-4 (sore),\" katanya.
Ia mengatakan, sampai saat ini belum ada konfirmasi lebih lanjut dari pusat terkait permintaan sekolah untuk menyelenggarakan UN berbasis komputer sesi empat, yang dilakukan pada sore.
Menurut dia, jika belum ada konfirmasi juga, nantinya akan menyelenggarakan UN berbasis tulis. Soal ujian saat ini sudah ada, dan diamankan di Polres Kediri Kota.
\"Jika tidak bisa susulan, kami tes tulis. Soal sudah ada dan dititipkan di polisi. Karena kami CBT (Computer Based Test/ berbasis komputer) soal kami simpan dulu di kantor polisi,\" ujarnya.
Pihaknya juga sudah menjelaskan masalah ini ke anak-anak yang seharusnya mengikuti UN berbasis komputer sesi I. Ia juga meminta anak-anak tenang menghadapi kendala tersebut.
Ia juga tidak khawatir terjadi kebocoran soal UN, sebab ujian ini tidak hanya fokus pada kelulusan, melainkan sebagai alat pemetaan. Anak-anak tidak terbebani saat mengerjakan soal ujian itu, sehingga lebih tenang. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.