Gresik, (Antara Jatim) - PT Petrokimia Gresik (PG) melatih sebanyak 30 perempuan asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur untuk menjadi perempuan mandiri, dengan memberikan pelatihan budidaya hortikultura, tanaman obat keluarga (toga) serta perikanan.
Sekretaris Perusahaan PG, Wahjudi di Gresik, Senin mengatakan pelatihan ini dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi keluarga yang dicanangkan oleh pemerintah.
"Selain itu program ini juga merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam hal peningkatan dan pengembangan potensi masyarakat. Dan untuk melaksanakannya, perusahaan menggelontorkan dana sebesar Rp170 juta," katanya.
Dalam melaksanakan program ini, perusahaan juga bekerja sama dengan tim penggerak PKK Kabupaten Gresik, dan menargetkan para perempuan di wilayah setempat menjadi proyek percontohan di Jawa Timur.
Wahjudi mengatakan, dalam pelatihan setiap peserta mendapatkan materi pelatihan seperti bertanam sayur dalam pot, vertikultur, toga, penanganan hama dan penyakit tanaman, serta dekomposting.
"Kita berharap melalui pelatihan ini peserta dapat mengembangkan keterampilannya masing-masing secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar," katanya.
Sementara itu, dalam melaksanakan pelatihan setiap kelurahan mengirimkan 25 orang ibu-ibu penggerak PKK, dan 5 orang pendamping dari pihak kelurahan.
"Untuk hari ini dan empat hari ke depan, kelurahan yang ambil bagian adalah Kelurahan Ngipik (RT1/RW2), Sukorame (RT2/RW1), Karangturi (RT2/RW9) serta Karangpoh (RT2/RW7)," katanya.
Rencananya, perusahaan juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh dan memberikan pendampingan lebih lanjut, dengan tahapan pengembangan untuk dijadikan makanan olahan berdasarkan hasil budidaya tanaman dan perikanan unggulan di masing-masing kelurahan.
"Program ini, diharapkan memiliki manfaat ekonomis, dimana peserta dapat mengembangkannya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun masyarakat sekitarnya," katanya.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.