Surabaya (Antara Jatim) - AUN (ASEAN University Network) Deputy Executive Director Dr Choltis Dhirathiti menilai empat jurusan di ITS yang divisitasi telah memenuhi parameter AUN-QA (AUN Quality Assessment) secara umum, kendati hasil resmi dari tim asesor masih sebulan lagi. "Meski visitasi oleh AUN-QA telah berakhir (12/2), proses penilaian untuk sertifikasi masih berlanjut, karena para assessor masih harus menulis final report," katanya di kampus ITS Surabaya, Kamis. Selanjutnya, hasil "final report" itu akan diserahkan ke pihak ITS setelah 1-2 bulan dan semua rekomendasi pun disampaikan kepada empat jurusan yang telah dinilai. "Nantinya, pihak ITS akan mengoreksi hasil final report tersebut. Jika terdapat ketidaksesuaian, maka para assessor akan memperbaiki. Inilah akhir dari proses sertifikasi," katanya. Hal senada diungkapkan salah satu asesor, Johnson Ong Chee Bin. "Saat ini ITS telah membangun sistem informasi yang terintegrasi, sehingga setiap jurusan bisa mengontrol performa mahasiswanya dengan baik," ujarnya. Selain itu, ia juga mengungkapkan kualitas mahasiswa di ITS semakin meningkat setiap tahunnya. "Semangat belajar mereka juga cukup tinggi. Hal itu terlihat dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi," katanya. Pada aspek lain, Johnson juga mengapresiasi peningkatan mutu staf akademik di keempat jurusan tersebut, karena staf akademika di ITS juga banyak yang telah mengikuti berbagai pelatihan. Dalam waktu yang sama (12/2), Duta Besar RI untuk Bulgaria, Bunyam Saptono, berkunjung ke Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan. "Unair dan Medical University-Varna sudah melakukan kerja sama di bidang penelitian tropical disease, namun kami ingin mempererat dan memperluas kerja sama yang ada untuk kepentingan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia," kata Bunyam. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026