Surabaya (Antara Jatim) - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka delapan program studi (prodi) baru pada SNMPTN 2015, sedangkan Unair membuka satu prodi baru, namun prodi di ITS tetap, bahkan kuota justru turun.
"Karena ada tambahan delapan prodi itulah kuota mahasiswa baru di Unesa bertambah 523 orang dari 5.254 mahasiswa baru tahun 2014 menjadi 5.777 mahasiswa baru untuk tahun ini," kata Kepala Humas Unesa Dr Suyatno MPd di Surabaya, Jumat.
Delapan prodi baru itu merupakan prodi non-kependidikan yakni Seni Musik, Desain Komunikasi Visual, dan Seni Rupa yang ketiganya ada dalam Fakultas Bahasa dan Seni. "Pendidikan Seni Rupa sudah ada, tapi prodi Seni Rupa yang non-kependidikan itu untuk seniman," ucapnya.
Prodi baru lainnya adalah Ekonomi Islam, D3 Keuangan dan Perbankan, dan D3 Komputerisasi Akuntasi yang semuanya ada dalam Fakultas Ekonomi. Selanjutnya, prodi baru adalah Sistem Informasi dan Teknik Informatika yang ada dalam Fakultas Teknik.
Sementara itu, ITS belum menentukan kuota (daya tampung) mahasiswa baru tahun 2015, namun Rektor ITS Prof Tri Yogi Yuwono memperkirakan akan terjadi penurunan kuota sekitar 5 persen dari sebelumnya sekitar 3.357 mahasiswa baru pada tahun 2014.
"Penurunan kuota ini disebabkan tenaga pengajar (dosen) di ITS banyak yang pensiun. Dari 945 dosen tahun 2013, kini tinggal sekitar 900 dosen. Itupun sudah termasuk dosen yang tugas belajar," kata Rektor Tri Yogi.
Sementara itu, Unair membuka satu prodi baru untuk SNMPTN 2015 yakni Prodi Teknologi Industri Hasil Perikanan pada Fakultas Perikanan Kelautan dengan kuota sebanyak 90 mahasiswa baru.
"Kami mempunyai 35 prodi S1 untuk SNMPTN 2015 dengan salah satunya merupakan prodi baru. Prodi baru itu dibuka dengan SK Rektor, karena Unair merupakan PTN-BH (PTN Berbadan Hukum) yang berhak membuka sendiri prodi, namun akreditasi tetap diajukan ke pusat," kata Wakil Rektor I Unair Surabaya Prof Achmad Syahrani. (*)
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.