Bojonegoro (Antara Jatim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan bekerja bakti dengan melibatkan jajaran Kodim 0813 dan warga untuk memperbaiki jalan longsor sepanjang 170 meter, di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Sabtu (31/1).
"Jalan desa sepanjang 170 meter tersebut longsor, disebabkan banjir bandang, di desa setempat, 22 Januari lalu," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, di Bojonegoro, Jumat.
Ia menyebutkan kerja bakti akan melibatkan sekitar 200 personel, dari BPBD, Kodim 0813 dan warga setempat.
"Jalan desa tersebut penting untuk akses warga Desa Klino untuk menuju Kecamatan Gondang," jelas dia.
Lebih lanjut ia menjelaskan pihaknya melakukan kerja bakti juga dengan melibatkan personel Kodim 0813 dan warga untuk menangani dampak banjir bandang yang terjadi di sejumlah lokasi selama Desember 2014 dan Januari 2015.
Ia menyebutkan kerja bakti yang sudah dilakukan, di antaranya, di Kecamatan Kanor, di Desa Sendangharjo, Kecamatan Dander, dan di Desa Tanggir, Kecamatan Malo, yang semuanya melakukan perbaikan tanggul jebol.
Begitu pula, lanjut dia, kerja bakti memperbaiki tanggul jebol, disebabkan banjir bandang, juga dilakukan di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang.
"BPBD rencananya akan melanjutkan kerja bakti memperbaiki tanggul Kali Mekuris, yang jebol sepanjang 100 meter di Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo," tuturnya.
Menurut dia, kerja bakti memperbaiki tanggul yang jebol di sejumlah lokasi tersebut merupakan langkah sementara, sebab di musim hujan ini, di wilayah setempat masih rawan terjadi banjir bandang.
"Perbaikan tanggul jebol juga jalan longsor bersifat sementara dengan cara menutup tanggul jebol dengan karung yang diisi pasir atau tanah," tandasnya.
Data di BPBD setempat, pada 2014 telah terjadi banjir bandang di 57 desa yang tersebar di 15 kecamatan, antara lain, di Kecamatan Temayang, Gondang, Kepohbaru, Malo, juga kecamatan lainnya.
Banjir bandang tersebut telah merendam 4.236 rumah, sebagian di antaranya, roboh dan rusak, selain itu banjir juga merusak tanaman padi seluas 2.488 hektare, dengan jumlah kerugian mencapai Rp2,150 miliar.
"Selama Januari ini telah terjadi tiga kali banjir bandang," ucapnya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.