Ngawi (Antara Jatim) - Ratusan rumah warga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, rusak dan satu di antaranya roboh, akibat diterjang angin puting beliung yang melanda kawasan setempat Minggu (25/1). Data BPBD Ngawi mencatat, angin puting beliung melanda tiga desa di Kabupaten Ngawi, yakni Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar, Desa Ngale Kecamatan Paron, dan Desa Walikukun Kecamatan Widodaren. Kepala Desa Kawu, Dani Subiyantoro, Senin, mengatakan, bencana puting beliung tersebut terjadi pada Minggu (25/1) bersamaan dengan hujan lebat yang turun sejak sore hingga malam hari. Adapun, satu rumah yang roboh tersebut adalah rumah miliknya. "Sejak sore sudah hujan deras. Lalu terjadi angin kencang yang berputar-putar. Melihat itu, saya tidak berani keluar rumah dan berlindung di bawah meja. Tiba-tiba saja bangunan rumah saya sudah roboh," ujar Dani Sibiyantoro kepada wartawan. Padahal, rumah tersebut baru selesai direnovasi sebulan lalu dengan dana ratusan juta Rupiah. Beruntung, istri dan anaknya dapat menyelamatkan diri saat kejadian berlangsung. "Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Istri dan anak saya juga bisa menyelamatkan diri. Meski demikian kerugian materi akibat bencana tersebut jutaan rupiah," katanya. Selain merobohkan rumahnya, angin puting beliung juga menerjang ratusan rumah warga lainnya hingga mengalami kerusakan parah dan sedang. "Sesuai pendataan, angin puting beliung di Desa Kawu mengakibatkan satu rumah roboh dan 129 rumah lainnya rusak. Baik rusak ringan ataupun sedang. Kerusakan paling banyak terjadi pada atap rumah," kata Kades Dani. Rumah yang rusak parah di antaranya milik Sugiono. Rumahnya rusak akibat tertimpa pohon jati setinggi 15 meter. Warga dibantu dengan TNI dari Kodim 0805 Ngawi melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing bangunan yang roboh dan rusak. Sementara, di Desa Walikukun, puting beliung merusak sedikitnya lima rumah warga setempat. Rumah tersebut rusak akibat tertimpa pohon di sekitarnya rumah yang tumbang. Salah satunya milik Ari. "Angin datangnya sangat kencang. Lalu, pohon ada tumbang menimpa rumah saya. Beruntung istri dan anak saya juga berhasil menyelamatkan diri," kata Ari kepada wrtawan. Petugas BPBD dan TNI mengimbau masyarakat untuk waspada akan terjadinya bencana alam karena diduga curah hujan masih cukup tinggi. (*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026