Surabaya - Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur meminta masyarakat mewaspadai angin kencang dan puting beliung yang diperkirakan terjadi di beberapa daerah dalam waktu sepekan ini.
Koordinator Pusat Informasi BPBD Jatim Abdul Hamid mengatakan, usai dilanda banjir di beberapa kawasan, giliran angin kencang yang mengancam.
"Ancaman ini disebabkan adanya Badai Narelle yang melanda Jatim beberapa hari terakhir ini," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Senin.
Ia menjelaskan, tingginya curah hujan dan kecepatan angin yang bertambah menyebabkan beberapa sungai besar di Jatim akan meluap.
"Efek domino dari hujan deras dan angin tinggi tersebut menimbulkan ancaman badai dan bahaya banjir," kata dia.
Pihaknya memperkirakan, badai Narelle akan melanda Jatim dalam dua atau tiga hari ke depan. Menurut dia, dengan posisi ekor badai tepat mengenai Jatim maka dampak yang ditimbulkan bisa menjadi parah.
Sementara itu, berdasarkan catatan BPBD Jatim, sebanyak 10 kabupaten mengalami musibah banjir, puting beliung dan tanah longsor selama puncak musim penghujan antara Desember 2012 sampai Januari 2013.
Musibah itu telah mengakibatkan tiga orang meninggal dan puluhan rumah rusak. Korban meninggal karena tertimpa bangunan saat terjadi musibah puting beliung.
Sedangkan, lanjut Hamid, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Banyaknya kerugian materi disebabkan karena sebagaian sawah yang akan panen terendam, kemudian melanda rumah sekitar 50 unit.
Dia menjelaskan, wilayah yang terkena banjir di Jatim adalah kabupaten Banyuwangi, Probolinggo, Situbondo dan Bojonegoro dan Tuban. Sedangkan yang terkena musibah tanah longsor Malang. Sementara, yang terkena angin puting beliung adalah Sumenep, Ponorogo dan Ngawi.
"Pantauan kami yang terkena musibah besar, sedang yang kecil memang tidak teridentifikasi karena tidak parah. Kami terus memantau perkembangan informasinya dari Posko Induk Penanggulangan Bencana yang kini ada di Gedung Negara Grahadi," katanya.
Sebelumnya, pada Desember 2012 lalu, Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo yang terletak di Tuban, Lamongan dan Bojonegoro juga mengalami banjir.(*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.