Surabaya (Antara) - Kabupaten Sidoarjo menjadi "juara" dalam tingkat kecelakaan tertinggi dan kecelakaan dengan korban tewas tertinggi selama "Operasi Zebra Semeru 2014" sejak 26 November hingga 9 Desember 2014. "Untuk jumlah kecelakaan lalu lintas paling tinggi diraih Sidoarjo, lalu Tuban, Banyuwangi, Kabupaten Kediri, dan Nganjuk," kata Wadirlantas Polda Jatim AKBP Yusuf di Surabaya, Kamis. Namun, untuk penindakan pelanggaran tertinggi diduduki Surabaya (Polrestabes), Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kabupaten Pasuruan. "Untuk kecelakaan dengan korban tewas tertinggi diraih Sidoarjo, Banyuwangi, Pasuruan, Situbondo, dan Blitar," paparnya, didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono. Data secara umum mencatat 496 kali kecelakaan selama Operasi Zebra Semeru 2014, korban meninggal dunia sebanyak 69 orang, luka berat ada 84 orang, luka ringan sebanyak 644 orang, dan jumlah kerugian materiil sebesar Rp572,8 juta. "Untuk jumlah penindakan sendiri mengalami peningkatan. Ada 77.558 pelanggaran, dengan rincian untuk tilang sebanyak 75.679 pelanggaran dan teguran ada 1.879 pelanggaran," tuturnya. Hasil itu menunjukkan persentase kecelakaan lalu lintas menurun hingga 4,25 persen, korban meninggal dunia juga menurun hingga 18,82 persen, luka berat menurun 16,83 persen, luka ringan menurun 6,26 persen, dan kerugian material turun 10,89 persen. Penurunan juga terjadi pada tingkat penindakan pelanggaran. Penindakan pelanggaran turun 17,15 persen, tilang naik 49,56 persen, teguran turun 95,63 persen. "Untuk tilang yang paling dominan terkait masalah helm sebanyak 25.654 pelanggaran, sedangkan pelanggaran untuk rambu dan marka jalan sebanyak 18.745 pelanggaran yang didominasi roda dua," pungkasnya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026