Surabaya (Antara Jatim) - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Timur akan menggelar rapat koordinasi di Banyuwangi pada 6-8 Desember 2014 untuk penyusunan dan pemantapan program kerja kepengurusan baru periode 2014-2017. Ketua Umum HIPMI Jatim Giri Bayu Kusumah di Surabaya, Senin, mengatakan pihaknya langsung tancap gas untuk segera mengonsolidasikan kekuatan pengusaha muda dengan prioritas kerja pada pemberdayaan pengusaha muda daerah, terutama yang masih berskala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Oleh karena itu, begitu dilantik kami langsung gelar rakor. Kabupaten Banyuwangi dipilih sebagai lokasi rakor, karena daerah tersebut saat ini sedang bergeliat, investasi dan pariwisatanya maju," kata Giri Bayu yang dilantik Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI Raja Sapta Oktohari pada 25 November 2014. Menurut rencana, rakor diikuti pengurus HIPMI Jatim yang totalnya mencapai 99 orang. Mereka adalah para pengusaha muda dari berbagai daerah di Jatim, mulai Kabupaten Ngawi sampai Banyuwangi. "Kami fokuskan program kerja ke penguatan ekonomi daerah. Rakor HIPMI di Banyuwangi menjadi awal dari kerja-kerja kami untuk tiga tahun ke depan," tambahnya. Selain rakor, lanjut Giri, HIPMI Jatim juga menyelenggarakan seminar kewirausahaan untuk merangsang para pengusaha muda di Banyuwangi, dengan menghadirkan sejumlah pengusaha muda sukses, seperti Bahlil Lahadalia (CEO Rifa Capital), Bayu Priawan Djokosoetono (Komisaris Blue Bird Group) dan Mufti Anam (CEO PT Zoe Otto). Para pembicara itu bakal menyampaikan berbagai materi, mulai dari kesiapan pengusaha muda menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015, strategi memperluas jaringan bisnis, hingga rahasia membangun bisnis dari nol. "Saya sendiri sebagai pembicara di seminar itu akan mengungkap peran HIPMI dalam mendorong perekonomian lokal. Harus diingat bahwa ekonomi nasional sangat bertumpu pada ekonomi lokal. Jadi, kalau ekonomi lokal kuat, ekonomi nasional pasti kuat," papar Giri. Seminar kewirausahaan itu juga menjadi forum bisnis para pengusaha muda dan ditargetkan sekitar 300 pengusaha muda yang mengikuti seminar tersebut, termasuk dari luar Banyuwangi. "Melalui forum itu, rekan-rekan pengusaha muda bisa berbagi kiat bisnis, menjajaki kerja sama dan tidak menutup kemungkinan langsung kontrak kerja sama. Seminar plus forum bisnis ini efektif untuk menumbuhkan semangat berkolaborasi antar-pengusaha muda," kata Giri Bayu. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026