Gresik (Antara Jatim) - Sejumlah desa nelayan yang terdampak penanaman pipa bawah laut milik Petronas menerima bantuan sebesar Rp30 juta/desa sebagai bentuk kompensasi terkait dengan penanaman pipa tersebut. Ketua Lembaga Pelestarian dan Pengembangan Lingkungan (LP2L) Entis Sutisna, Jumat, mengatakan pada pemasangan pipa tersebut setidaknya ada 16 desa terdampak pada empat kecamatan, yaitu Manyar, Bungah, Ujungpangkah dan Panceng. "Masing-masing desa mendapat dana coorporate social responbility (CSR) dari PT Petronas sebesar Rp30 juta," katanya. Namun, dana tersebut tidak dicairkan dalam bentuk tunai melainkan berupa program yaitu pengadaan air bersih dengan pembuatan sumur pompa serta bantuan pendidikan. Selain pemberian dana CSR, PT Petronas juga membangun Balai Nelayan senilai Rp75 juta untuk empat rukun nelayan Manyar, "Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diberikan satu unit perahu untuk nelayan," katanya. Atas selesainya pemasangan pipa bawah laut milik Petronas itu, warga mengadakan syukuran di kolam pemancingan milik masyarakat Desa Leran Manyar, Rabu (26/11). Selain syukuran juga ada kegiatan lain yang dilakukan seperti memberikan santunan untuk 23 Yatim Piatu dari Desa Leran dan Manyar Sidomukti Kecamatan Manyar Gresik. "Tampak hadir Camat Manyar, Para Kades terdampak, Ketua HNSI Gresik, anggota LSM LP2L, serta pihak manajemen PT Petronas serta konsultannya," katanya. (*)


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026