Surabaya (Antara Jatim) - Sebanyak 31 camat se-Kota Surabaya menyatakan kesiapannya menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 dengan cara menggali setiap potensi yang ada di tiap-tiap wilayahnya.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya Fatkhur, Kamis mengatakan bahwa dalam rangka menghadapi MEA 2015, Surabaya harus melakukan persiapan-persiapan yang salah satunya terkait dengan kewilayahan yang dikoordinasikan oleh camat dan lurah.
"Setiap wilayah, kecamatan atau kelurahan tentunya memiliki potensi yang berbeda-beda. Di sini saya bicara potensi yang positif. Ketika itu terkelola dengan baik, maka kekhasan lokal yang ada bisa dijual," katanya saat rapat dengar pendapat yang digelar Komisi A menghadirkan 31 camat se-Surabaya dengan agenda membahas RAPBD 2015 di ruang Banmus DPRD Kota Surabaya.
Menurut dia, sudah seharusnya Pemerintah Kota segera membicarakan ini dengan serius bersama para camat dan lurah. Paling tidak, lanjut dia, telah melakukan mapping (pemetaan) potensi unik dan lokal dan jika diperlukan menambah anggaran yang diperlukan. Komisi A bisa memfasilitasi untuk menyampaikan ke SKPD terkait.
"Saya sangat yakin, pasti banyak yang unik di daerah, apa itu UKM-UKM unggulan, produk-produk unggulan bahkan mungkin ada profesi khusus misal herbalis yang jika diberikan standarisasi atau sertifikasi maka akan memiliki daya saing," katanya.
Jika setiap kelurahan bisa dibuat profil potensi Lokal, lanjut dia, ini akan memberika kepercayaan diri dalam menghadapi MEA 2015, disamping langkah Pemkot yang saat ini sedang menyiapkan standarisasi kualitas lulusan peserta didik di sekolah-sekolah kita.
Secara umum camat-camat sangat setuju dengan ide ini. "Sebenarnya Bappeko sudah memerintahkan kita mendata seluruh profesi di daerah kita pak, janjinya akan ada sertifikasi, semoga ada kelanjuntannya," kata camat Genteng.
Menghadapi MEA 2015, memang pemkot perlu memastikan adanya peningkatan wawasan pelaku UKM terhadap MEA, peningkatan efisiensi produksi dan manajemen usaha, peningkatan daya serap pasar produk UKM lokal dan penciptaan iklim usaha yang kondusif, namun kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku UKM harus jadi perhatian serius.
"Untuk meningkatkan kualitas pelaku UKM, pemkot perlu melaksanakan berbagai pembinaan dan pelatihan, baik yang bersifat teknis maupun manajerial. Industri kreatif dan inovatif, handicraft, home industry, dan teknologi informasi harus menjadi perhatian," katanya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.