Surabaya (Antara Jatim) - DPRD Kota Surabaya menduga ada permainan terkait rencana pemerintah kota yang akan memindahkan uang kas sekitar Rp9 miliar yang selama ini disimpan di Bank Jatim ke bank lain.
"Bank Jatim kan tidak merugikan, CSR-nya juga lancar. Kemungkinan ada permainan sampai Djustamadji (mantan Kepala Dinas Pendapatan Pemkot Surabaya) dipindah ke Dinas Pertanian," kata Ketua DPRD Surabaya Armuji kepada Antara di Surabaya, Selasa.
Saat ditanya lebih lanjut soal adanya permainan tersebut, Armuji mengaku tidak berkenan mengatakannya lebih detail.
Hanya saja, lanjut dia, selama ini kontribusi Bank Jatim terhadap pembangunan di kota pahlawan sangat besar terutama untuk dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim dalam pengembangan sektor perkonomian di tingkat UKM.
"Saya juga heran mengapa dananya dipindahkan ke bank lain. Seharusnya tetap saja di Bank Jatim agar dapat meningkatkan sektor perbankkan milik pemerintah daerah," katanya.
Selama ini, pihaknya tidak tahu menahu alasan Pemerintah Kota Surabaya menarik tabungan sebesar Rp9 miliar dan dipindahkan ke bank lainnya.
"Itu wewenang Pemkot tapi apa tidak memperhitungkan bagaimana meningkatkan serta mengembangkan Bank milik pemerintah daerah," katanya.
Hal sama disampaikan anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius Awey. Ia menjelaskan jika pemkot berhitung bisnis memang wajar dalam mencari bunga, di mana bank lainnya menawarkan lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Jatim.
"Jika bicara bisnis memang wajar mencari deviden," katanya.
Lebih lanjut Awey menjelaskan, langkah yang diambil Pemkot dengan menarik tabungan seharusnya dipertimbangan terlebih dahulu karena Bank Jatim merupakan perusahan BUMD milik pemerintah Jawa Timur.
Tentunya Surabaya yang merupakan wilayah bagian dari Jatim secara ideal harus juga bertanggung jawab mengembangkan sektor perbankan daerah.
"Jika bicara idealnya untuk meningkatkan perekonomian serta mengembangkan sektor usaha setidaknya uang sebesar Rp9 miliar tidak ditarik dan dipindahkan ke bank lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkota) Hendro Gunawan hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi soal perpindahan uang kas tersebut. Saat dihubungi melalui ponselnya tidak aktif. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.