Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pembangunan smelter oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan memberikan kemudahan dalam proses perizinan. Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Selasa, mengatakan, pembangunan tersebut sangat dibutuhkan karena selain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tembaga juga untuk menyerap tenaga kerja. "Hampir 80 persen bahan baku impor terbesar adalah tembaga, karenanya kami akan mendukung penuh pembangunan smelter di Jatim. Pemprov Jatim juga memberikan jaminan kepada investor asing yang akan investasi di Jatim," katanya saat menerima Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Rozik Boedioro Soetjipto di Surabaya, Selasa. Ia mengatakan, jaminan kemudahan perizinan yang diberikan adalah dengan memberikan batas waktu penyelesaian izin maksimal 14 hari kerja. "Namun izin tersebut diberikan dengan didukung dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Selain itu, dukungan di bidang infrastruktur akan diberikan secara bertahap," katanya. Menurutnya, pihaknya harus mengetahui secara detail kendala yang ada dan studi kelayakan yang sudah dibuat, supaya tim dari Pemerinta Provinsi Jawa Timur bisa segera melakukan tindak lanjut. "Jika smelter sudah dioperasikan maka tenaga kerja unskilled (tidak terampil) harus menggunakan warga di daerah setempat, sedangkan tenaga skill bisa mengambil dari daerah lain," katanya mengingatkan. Hal tersebut, kata dia, penting dilakukan karena bisa mengurangi angka pengangguran yang ada di Jawa Timur. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026