Gresik (Antara Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan Provinsi Jawa Timur merupakan barometer atlet nasional dan gudang tempat melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional.
"Atlet-atlet Jatim merupakan para calon juara nasional. Sebab Jatim merupakan barometer dan gudang tempat melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional, Jatim secara konsisten terus menyumbangkan atlet yang mewakili Indonesia dan melahirkan berbagai prestasi bertaraf internasional," katanya saat Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) XXXI dan Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Prov. Jatim Tahun 2014 di Gedung Tri Dharma Gresik, Kamis.
Ia mengatakan, Jatim menjadi barometer karena regenerasi atlet di Jatim sangat baik dan berjenjang, dimulai dengan mendirikan sentra olahraga yaitu pusat pendidikan dan latihan olahraga pelajar (PPLPD).
"Selain itu juga ada sekolah menengah umum olahraga (smanor) maupun pembinaan klub-klub olahraga. Kemudian didukung oleh kompetisi olahraga pelajar yang berjenjang dari tingkat SD sampai Universitas," katanya.
Ia mengemukakan, hampir semua olahragawan nasional berasal dari Jawa Timur dan pihaknya optimistis beberapa tahun lagi anak-anak muda ini akan menjadi atlet nasional yang mewakili Indonesia.
"Itu artinya kesempatan emas untuk menjadi juara nasional sangat lebar, jadi jangan pernah patah semangat dan terus fokus mengejar cita-cita menjadi olahragawan yang sukses," katanya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para atlet yang akan bertanding dalam kegiatan ini terutama terkait jaminan hidup dan harapan masa depan olahragawan memiliki prospek yang sangat cerah.
"Jangan pernah berpikir bahwa masa depan atlet itu suram, justru sebaliknya, harapan masa depan atlet sangat cerah. Pemerintah pusat dan daerah mendukung sepenuhnya anak-anakku sekalian yang menjadi atlet," katanya.
Ia mengatakan, atlet yang bisa meraih medali emas di tingkat nasional akan mendapat prioritas sebagai pegawai negeri sipil jika atlet tersebut ingin menjadi PNS.
"Untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan tiga syarat, pertama adalah disiplin, sebab kedisiplinan akan membentuk karakter atlet untuk tetap fokus kepada tujuan. Disiplin itu penting, jangan anggap remeh masalah disiplin. Taatlah kepada aturan, kepada pelatih. Pelatih dan atlet itu ibarat Dwitunggal," katanya.
Sementara itu, syarat kedua adalah bermain sportif karena atlet harus mampu bermain jujur, tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenangan, dan menghargai lawan.
"Artinya, tidak bermain kasar dan dengan sengaja mencederai lawan. Begitu pula dengan wasit, wasit sebagai pengadil lapangan juga harus sportif jangan memihak sebelah. Wasit harus benar-benar adil," katanya.
Sedangkan syarat yang ketiga yaitu tidak sombong ketika berhasil memenangkan pertandingan, dan sebaliknya, jika kalah harus bersedia mengakui kekalahan atas lawan, serta belajar dari kekalahan agar di pertandingan berikutnya bisa meraih hasil lebih baik.
"Jangan ada konflik dalam olahraga, semua masalah bisa dibicarakan dengan baik," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Moh. Najib mengatakan, momentum HAORNAS diharapkan mampu membangkitkan semangat olahraga, khususnya di kalangan pelajar.
"Melalui POPDA X juga diharapkan akan muncul bibit-bibit atlet berprestasi yang kelak akan menjadi harapan bangsa untuk meraih prestasi tingkat internasional di bidang olahraga," katanya.
POPDA X Tahun 2014 yang mengangkat tema “Olahraga Satukan Semangat Bangsa” dimulai 24-27 September dan diikuti sebanyak sebanyak 4.459 atlet dari seluruh kabupaten/kota di Jatim dengan mempertandingkan 14 cabang olahraga.
Pada kesempatan itu, Pakde Karwo menyerahkan penghargaan kepada Tokoh Olahraga, Pelatih, Atlet, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Perusahaan Peduli Olahraga di Jatim.
Penerima penghargaan Tokoh Olahraga diantaranya adalah Drs. Ayub Hidayat dari Banyuwangi, H. Nursalim dari Lamongan, H.M. Arifin dari Jombang, Endro Ismiarso dari Mojokerto, dan H. Moh. Qosim dari Gresik.
Bagi tokoh olahraga, pelatih, dan atlet yang meraih penghargaan, masing-masing mendapat hadiah dari Gubernur Jatim berupa Pin, Piagam Penghargaan, dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.