Surabaya (Antara Jatim) - Pemkot Surabaya memberdayakan keberadaan koperasi yang saat ini banyak mati suri dengan menggelar sejumlah kegiatan guna menghadapi persaingan global atau era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Surabaya, Hadi Mulyono, Jumat, mengatakan koperasi dan UKM akan menjadi kendaraan penting bagi warga Surabaya untuk menyambut MEA 2015.
"Akhir pekan ini, kami akan menggelar kegiatan bertema gerakan koperasi Kota Surabaya menyongsong MEA 2015 yang dipusatkan di Sentra Ikan Bulak (SIB) Surabaya, Minggu (7/9)," katanya.
Menurut dia, di Sentra Ikan Bulak, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan melakukan dialog interaktif gerakan koperasi dengan warga, lalu menyerahkan penghargaan koperasi berprestasi, penyerahan badan hukum, penandatanganan prasasti peresmian sentra kuliner.
"Ibu wali juga akan melakukan telekonferensi dengan PKL di Sentra Dukuh Menanggal dan Sentra Taman Prestasi," ujarnya.
Dinas Koperasi dan UKM Kota Surabaya sebelumnya juga menggelar acara sarasehan koperasi melibatkan sekitar 150 orang dari koperasi per jenis dalam rangka meningkatkan kualitas pelaku koperasi.
Hadi mengatakan ada dua aspek yang ingin ditata terkait perkoperasian yakni hubungan antara anggota dengan pengurus harus menjadi penguatan yang baik terhadap lembaga dan hubungan antarkoperasi yang bukan terjalin karena emosional tetapi sebagai jaringan usaha yang memberikan penghidupan.
"Kita berharap pelaku usaha di Surabaya siap menghadapi datangnya MEA tahun depan. Tidak hanya usaha kecil mikro menengah yang siap, tetapi koperasi pun siap," katanya.
Selain untuk mendorong kemandirian anggota koperasi, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengoptimalkan keberadaan Sentra Ikan Bulak (SIB) di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak.
Untuk menarik animo warga, Dinas Koperasi UKM bersama dinas-dinas terkait juga menggelar gebyar kuliner khas UKM yang menjajakan beragam olahan hasil laut dan lomba memasak ibu-ibu PKK. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.