Surabaya (Antara Jatim) - Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kota Surabaya menilai pelaku usaha kecil menengah membutuhkan berbagai upaya pendampingan guna menghadapi ASEAN Economy Community 2015.
"Beragam upaya ini telah masuk dalam program kerja HIPMI Surabaya periode 2013-2014," kata Ketua HIPMI Surabaya, Abdul Ghafur, ditemui di Surabaya, Senin.
Menurut dia, pendampingan tersebut dilakukan mengingat sebagian besar dari kalangan UKM di Surabaya belum mampu dan siap untuk bersaing dengan pelaku usaha serupa dari luar negeri.
"Salah satu upaya itu kami realisasi dengan memberikan akses permodalan, pengetahuan dan pasar atau 3P," ujarnya.
Ia optimistis, melalui 3P akselerasi UKM untuk bisa bersaing dan naik kelas di pasar internasional menjadi lebih mudah. Apalagi, tahun 2015 tinggal beberapa bulan mendatang. "Mau tidak mau, suka tidak suka, AEC 2015 akan datang. Idealnya hal itu dijadikan momentum dan ajang, jangan menjadi hal yang menakutkan," katanya.
Meski begitu, tambah dia, upaya pendampingan tersebut juga didukung penuh oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui berbagai program yang dilakukan.
Selain itu, kerja sama serupa juga direalisasi dengan BizComm Internasional, Program Manajemen UK Petra dan PERMIT Jatim untuk menggelar seminar dengan tema "AEC 2015: Opportunities and Challenges" yang dilaksanakan pada akhir pekan lalu. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.