Oleh Sumarwoto
Cilacap (Antara) - Asisten pribadi ustad Abu Bakar Ba'asyir (ABB), Hasyim Abdullah, menyatakan bahwa terpidana kasus terorisme tersebut tidak berbaiat kepada "Islamic State of Iraq and Syria" (ISIS) melainkan pada "Daulah Khilafah Islamiyyah".
"Pemberitaan itu perlu diluruskan. ISIS itu sebelum terbentuknya 'Daulah Khilafah Islamiyyah'," kata Hasyim kepada Antara, di Cilacap, Senin malam.
Dalam hal ini, kata dia, setelah terbentuknya "Daulah Khilafah Islamiyyah" diangkatlah seorang khalifah sebagai "ulil amri" atau pemimpin dunia.
"Itulah yang membuat ustad ABB berbaiat kepada 'khilafah' bukan kepada ISIS," jelasnya.
Menurut dia, ISIS hanyalah sebuah organisasi yang memperjuangkan kekuasaan di Irak dan Syam (Suriah) atau gerakan perjuangan jihad.
Setelah di berbagai wilayah yang dikuasai ISIS diberlakukan syariat Islam, lanjut dia, maka dibentuklah khalifah sehingga berubah menjadi "Daulah Khilafah Islamiyah".
"Atas dasar 'Daulah Khilafah Islamiyah' itulah, banyak orang berbaiat karena menyangkut keyakinan. Dalam Islam itu, apabila sudah terbentuk 'khilafah' maka wajib bagi kaum muslimin di mana saja untuk berbaiat kepada khalifah karena kalau tidak, akan terkena ancaman Rasulullah, yaitu matinya secara jahiliyah," katanya. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.