Surabaya (Antara Jatim) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berkomitmen mengoptimalkan usaha mikro di wilayah kerjanya dengan memfokuskan pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
"Upaya ini kami lakukan dengan memperluas jangkauan unit mikro di provinsi ini," kata Direktur Utama Bank Jatim, Hadi Sukrianto, di Surabaya, Kamis.
Hal tersebut terlihat dari performa perusahaan hingga semester pertama 2014 di mana Unit Mikro perbankan itu telah beroperasi di tujuh titik di Jatim seperti di Surabaya, Sidoarjo, Madiun, Mojokerto, Kediri, Gresik, dan Malang.
"Pengembangan sektor mikro ini kami lakukan dengan sistem implant melalui kantor cabang setempat," ujarnya.
Ia optimistis akan terus menambah unit mikro secara bertahap. Sementara itu, fokus bisnis baru tersebut dilatarbelakangi masih minimnya akses perbankan konvensional pada nasabah mikro.
"Selama ini pengusaha di sektor mikro umumnya belum bisa dijangkau oleh kalangan perbankan. Padahal, potensi penyaluran kredit di sektor mikro sangat prospektif," katanya.
Penyaluran kredit UMKM, tambah dia, di perusahaan itu mencapai sebesar Rp4,2 triliun pada semester I tahun 2014. Besaran itu mengalami kenaikan 22,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013 (yoy).
"Kalau secara total, penyaluran kredit kami hingga semester I/2014 tercatat sebesar Rp24,82 triliun. Performa kami ini tumbuh 21,48 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu," katanya.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.