Munawar Saman Makyanie Kairo (Antara) - Meskipun hasil pemilihan presiden secara resmi belum diumumkan, namun pendukung calon presiden Abdel Fatah Al Sisi mulai berpawai "kemenangan" di jalan-jalan di kota Kairo pada hari kedua atau terakhir Pilpres Mesir, Selasa. "Ayo mari kita berpesta merayakan kemenangan Presiden Al Sisi", begitu tulisan yang menghiasi kendaraan yang arak pendukung mantan Panglima Militer itu. Yel-yel "Al Sisi presiden baru" berkumandang diiringi suara klakson mobil bersahut-sahutan mirip pesta arakan pengantin baru khas Mesir di jalanan. Kontras dengan pendukung Al Sisi mengusungnya sebagai "Pahlawan", Ikhwanul Muslimin pendukung presiden terguling Mohamed Moursi justru menganggap Al Sisi sebagai "penjahat politik". Presiden Moursi dilengserkan pada 3 Juli 2013 setelah demo besar 30 Juni 2013 yang didalangi oposisi dukung tentara. Sejak itu, bintang Jenderal Al Sisi terus bersinar di ufuk Mesir dan menjadi idola baru masyarakat pasca penumbangan Moursi. Pilpres ini hanya berlangsung satu putaran karena hanya diikuti dua Capres, yaitu selain Al Sisi, juga tokoh berhaluan kiri Hamdeen Sabahi. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026