Bojonegoro (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, meminta 12 distributor pupuk bersubsidi menunjuk kios penyalur pupuk di wilayahnya masing-masing satu kios/desa untuk mengamankan pendistribusian pupuk agar tidak terjadi penyimpangan . "Kami sudah meminta 12 distributor pupuk bersubsidi menunjuk kios pupuk di desa, yang selanjutnya datanya diserahkan kepada pemkab paling lambat akhir Mei," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Bojonegoro Basuki, Sabtu. Ia menjelaskan penunjukkan kios pupuk di setiap desa tersebut merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) No. 22 tahun 2014 tentang Optimalisasi Penyaluran Pupuk. Sesuai perbup, katanya, pola penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani akan dilakukan dari distributor ke kios di desa di wilayahnya masing-masing. "Petani bisa memperoleh pupuk dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) di kios pupuk di desanya masing-masing, termasuk mengenai jumlah kebutuhan pupuk," katanya, menegaskan. Mengenai pola pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut, menurut dia, akan diberlakukan setelah distributor menunjuk kios pupuk di 430 desa/kelurahan. "Saya kira pendistribusian pupuk melalui kios di desa sudah bisa berjalan awal Juni. Kami juga meminta seluruh camat ikut mengamankan pola pendistribusian pupuk melalui kios di desa," tegasnya. (*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026