Trenggalek (Antara Jatim) - Wasekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menyebut daerah pemilihan (dapil) VII Jatim sebagai daerah istimewa yang mendapat perhatian khusus untuk memenangi Pemilu Legislatif, 9 April, karena faktor Edhie Baskoro Yudhoyo atau Ibas. "Karena itu PDIP dan Pak Jokowi sepakat memperlakukan Dapil VII Jatim ini sebagai daerah pembinaan khusus, karena di dapil ini ada caleg dari salah satu partai politik yang memiliki kekuatan luar biasa," kata Ahmad Basarah saat memberi pidato sambutan dalam acara pembekalan saksi PDIP di kantor DPC PDIP Trenggalek, Senin. Alasan itu pula, lanjut Basarah, yang menjadi pertimbangan calon presiden PDIP Joko Widodo atau Jokowi untuk melakukan safari politik di sejumlah wilayah di Dapil V dan Dapil VII Jatim. Jokowi yang semula hanya direncanakan berkunjung ke Kabupaten Trenggalek, Ponorogo dan Pacitan usai berkampanye di Malang (Minggu, 30/3), tiba-tiba merubah rute safari politiknya dengan menambah jadwal kegiatan di Kabupaten Ngawi dan Magetan. "Begitu luar biasanya orang ini, sehingga dikhawatirkan punya kemampuan untuk menggerakkan kekuatannya yang besar itu untuk mengkondisikan suara dalam Pemilu 9 April mendatang," lanjutnya tanpa menyebut spesifik nama caleg dimaksud. Massa PDIP rata-rata mahfum dengan maksud caleg berkekuatan luar biasa besar seperti dimaksud Basarah merujuk pada diri Ibas, putra presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kini kembali mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Demokrat nomor urut 1. Pada Pemilu 2009, Ibas bahkan mendulang suara terbesar di Indonesia dengan raihan suara mencapai 360 ribu suara lebih, mengungguli Puan Maharani di tempat kedua. Saat ini, Ibas kembali menargetkan perolehan suara yang sama atau bahkan lebih besar dengan membangun jaringan relawan di lima kabupaten yang berada di Dapil VII hingga tingkat kecamatan, desa serta per lingkungan TPS (tempat pemungutan suara). "Karena itu PDIP mengandalkan kawan-kawan seluruh saksi yang menjadi otot dan tulang partai untuk mengawasi seluruh jalannya pelaksanaan pemilu sejak menjelang coblosan, coblosan, hingga perhitungan suara. Jika menemukan kecurangan atau pelanggaran apapun, catat dan laporkan untuk dijadikan bahan sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi," serunya disambut tepuk riuh massa dan penguruh PDIP Trenggalek. Jokowi dijadwalkan berkunjung ke Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan dalam rangka pembekalan saksi. Masa libur kampanye karena bersamaan dengan Hari Raya Nyepi disiasati Jokowi dengan melakukan menyisir wilayah pinggiran di antara kota-kota di Dapil VII untuk melakukan penyapaan warga di daerah yang diklaim sebagai basis kader dan simpatisan PDIP tersebut. (*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026