Gresik (Antara Jatim) - Kepolisian Resor Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengungkap sedikitnya 178 kasus dalam operasi "Sikat Semeru 2014" yang digelar sejak 1 Maret 2014 hingga 14 Maret 2014 di wilayah setempat untuk pengamanan menjelang kampanye pemilihan anggota legislatif (Pileg). Kasatreskrim Polres Gresik AKP Ayub Diponegoro Azhar, Selasa, mengatakan operasi itu sengaja digelar untuk menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Gresik menjelang kampanye Pileg. Oleh karena itu, fokus operasi yang diutamakan adalah kasus premanisme, pencurian dengan kekerasan, pencurian berat, pencurian hewan, serta senjata tajam. "Kita telah mengungkap sedikitnya 178 kasus selama dua pekan, dan tujuannya adalah antisipasi kasus menonjol dalam rangka giat kampanye pileg 2014," kata Ayub dalam rilis di Mapolres Gresik. Salah satu kasus paling berat adalah pencurian bermotor dengan tersangka Joko Wicaksono (19), warga Kelurahan Sukorame Kecamatan Gresik, sebab tersangka tidak segan memukul dan membawa kabur motor korban. "Dalam kasus Joko, kami terpaksa menembak betis kirinya, sebab dia berusaha melarikan diri saat dihadang oleh petugas. Dan polisi juga sudah mengicar pelaku karena tidak segan memukuli dan merampas sepeda motor korbannya," katanya. Setelahdilumpuhkan, petugas menyita barang bukti (BB) berupa sepeda motor Honda Megapro Nopol W-2317-F0 dari tangan tersangka. Di hadapan petugas, Joko mengaku telah dua kali melakukan perampasan sepeda motor dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Sunan Giri dan Kawasan Industri Gresik (KIG). "Kasus yang paling banyak ditangani selama operasi adalah premanisme, dengan jumlah ungkap tersangka dan kasus sebanyak 154," katanya. Ayub berharap dengan mengungkap sedikitnya 178 kasus dalam operasi "Sikat Semeru 2014" pelaksanaan Pileg 2014 di Kabupaten Gresik akan berlangsung aman dan tertib. (*)


Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026