Hilla (Antara/AFP) - Ledakan bom di dekat patroli militer di daerah sebelah selatan Baghdad menewaskan enam prajurit Irak, Rabu, kata seorang perwira dan pegawai rumah sakit.
Pemboman itu berlangsung di daerah Jurf al-Sakhr, dimana serangan mortir mencederai 12 polisi pada Selasa.
Ledakan itu terjadi setelah serangan militan yang menewaskan 15 prajurit yang menjaga sebuah pipa saluran minyak di Irak utara.
Personel pasukan keamanan sering menjadi sasaran serangan militan ketika pemerintah berusaha mengatasi kerusuhan terburuk sejak 2008.
Kekerasan di Irak telah mencapai tingkatan yang belum pernah terlihat sejak 2008, ketika negara itu mulai bangkit dari konflik sektarian mematikan pada 2006-2007 yang merenggut puluhan ribu jiwa.
Sebanyak 1.013 orang -- 795 warga sipil, 122 prajurit dan 96 polisi -- tewas akibat kekerasan di negara itu pada Januari, menurut data resmi yang dihimpun kementerian-kementerian kesehatan, dalam negeri dan pertahanan.
Menurut data itu, kekerasan juga melukai 2.024 orang -- 1.633 warga sipil, 238 prajurit dan 153 polisi.
Pasukan keamanan membunuh 189 militan dan menangkap 458 orang sepanjang bulan itu.
Jumlah kematian pada Januari itu merupakan angka tertinggi yang dikeluarkan kementerian-kementerian itu sejak April 2008, ketika 1.073 orang tewas. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.