Gresik, (Antara Jatim) - Sejumlah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) asal Kabupaten Gresik, Jatim mulai menjajaki pasar. China dengan memanfaatkan "Exchange Centre" (EC) milik Provinsi Jatim yang ada di wilayah Tianjin, China.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gresik, M Najikh, Jumat mengatakan, sebagai langkah awal pihaknya telah mempertemukan 20 pelaku UKM Gresik dengan Senior Advisor Jatim, Mr Jasper Ho di Tianjin China beberapa waktu lalu.
Najikh berharap, pertemuan itu bisa dimanfaatkan pelaku UKM Gresik untuk memberikan penawaran dan berkoordinasi lebih lanjut dengan China.
Serta mampu memberikan informasi dan pelatihan, supaya produk asal Gresik memiliki kualitas yang baik dan bisa laku serta diminati di China.
Senior Advisor Jatim, Mr Jasper Ho mengakui bila China sangat banyak membutuhkan barang-barang dari Indonesia.
Sebab, neraca perdagangan Indonesia dan China sudah defisit, yakni nilai ekspor Indonesia ke China hanya sekitar $ 25 juta, sedangkan nilai importnya sekitar $ 30 juta lebih.
"Oleh karena itu, peluang pasar di Tianjin China sangat terbuka, karena jumlah penduduk Tianjin mencapai 14 juta lebih," katanya.
Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk yang sangat besar, China merupakan pasar potensial bagi Indonesia.
"Pemerintah China juga sangat mendorong dengan memberikan berbagai kemudahan untuk perdagangan Indonesia yang masuk ke China," katanya.
Selain itu, wilayah Tianjin juga merupakan "Free Trade Area" atau pasar bebas seluruh bagi produk Indonesia khususnya dari Jawa Timur.
Ia menyebut produk yang kini dibutuhkan masyarakat China seperti makanan ringan, peralatan rumah tangga, kerajinan tangan, batu alam, batu marmer, perak, Perhiasan dan aksesoris, Tas dan berbagai kerajinan tangan, minyak atsiri, kemenyan, bahan industri, ramuan rempah-rempah, minyak kelapa, produk perikanan serta pertanian.
"Untuk produk jenis garmen tidak dibutuhkan, sebab di Tianjin China banyak sekali produsen garmen," katanya.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.