Jember (Antara) - Sebagian nelayan di pesisir selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, nekat melaut, meskipun ada peringatan dari Badan Meteorologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) tentang cuaca buruk di perairan laut selatan Jawa demi memenuhi kebutuhan hidup. "Memang benar, sebagian nelayan yang menggunakan perahu jukung nekat melaut demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya," kata salah seorang nelayan di Kecamatan Puger, Santoso, Rabu. Menurut dia, nelayan yang menggunakan perahu jukung biasanya mencari ikan dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari tepi pantai atau kurang dari 10 mil dari bibir pantai, sehingga dapat mengantisipasi adanya cuaca buruk. "Kadang-kadang cuaca cukup cerah untuk melaut, namun beberapa jam kemudian timbul badai dan gelombang laut tinggi karena saat ini cuaca sulit diprediksi. Kendati demikian, nelayan tetap mewaspadai cuaca buruk yang dapat terjadi sewaktu-waktu," paparnya. Ia mengaku tidak berani melaut di perairan laut selatan saat cuaca buruk karena memiliki pengalaman "pahit" dan hampir tenggelam saat digulung ombak tinggi, sehingga memilih libur hingga menunggu cuaca kembali normal. "Saya kapok melaut di tengah cuaca buruk dan ombak tinggi, sehingga hari ini saya libur dulu dan membenahi jaring ikan yang rusak," ujarnya. Sementara Kepala Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Jember, AKP Lukman Hadi, membenarkan adanya sejumlah nelayan jukung yang masih nekat melaut untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. "Mereka biasanya berangkat pada pukul 03.00 atau 04.00 WIB dan kembali dari melaut sekitar pukul 10.00-11.00 WIB untuk menghindari cuaca buruk," tuturnya. Menurut dia, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada nelayan agar tidak nekat melaut karena ombak diprediksi masih cukup tinggi dan angin cukup kencang, namun desakan ekonomi dan kebutuhan sehari-hari membuat mereka tetap melaut. "Beberapa nelayan mematuhi imbauan yang disampaikan Satpolair, namun ada juga nelayan yang nekat melaut karena urusan kebutuhan keluarga tidak bisa ditunda dan kami tidak bisa melarang," katanya. Ia berharap para nelayan tetap waspada terhadap ganasnya ombak laut selatan yang dapat menghantam perahu jukung terutama di kawasan pintu masuk Plawangan Puger karena di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan laut. Informasi yang dirilis di situs BMKG mencatat peringatan cuaca buruk terjadi di beberapa perairan pada 22 Januari 2014 antara lain di Perairan Selat Sunda, Perairan Selatan Pulau Jawa, Laut Jawa, dan Perairan Masalembu dengan ketinggian gelombang bisa mencapai 3 hingga 5 meter.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026