Gresik (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan gerakan menanam cabai di wilayah perkotaan untuk menindaklanjuti tingginya harga cabai yang terjadi di wilayah itu dan sejumlah daerah.
Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Gresik Labat Wibowo, Kamis, mengatakan gerakan menanam cabai diawali di tiga kecamatan wilayah perkotaan, yakni Kecamatan Gresik, Kebomas serta Manyar.
Fokus gerakan ditujukan untuk kalangan rumah tangga dengan menanam lima batang pohon cabai di setiap rumah, yang meliputi tiga batang cabai kecil dan dua batang cabai besar.
"Sudah kita awali saat ini di tiga kecamatan dan setiap rumah kami harap bisa menanam lima batang cabai, sehingga kebutuhan cabai dalam setahun akan terpenuhi dengan tidak usah membeli," katanya.
Labat mengatakan Pemkab Gresik melalui BP4K juga berupaya memberikan bantuan bibit cabai unggul dan bibit komoditi yang lain kepada setiap rumah tangga di Gresik.
"Kami juga mengupayakan bibit lain seperti terong dan tomat, sebab komoditi tersebut dinilai tepat untuk wilayah perkotaan di Gresik," katanya.
Ia menjelaskan, komoditi itu tidak membutuhkan media tanam yang luas, sehingga sangat mudah tumbuh, serta bisa dipanen secara terus menerus.
"Warga juga bisa menanam menggunakan pot atau polibag, yakni tempat bertanam yang sederhana, sehingga tidak butuh lahan yang luas," katanya.
Untuk menggencarkan gerakan itu, pemkab juga telah menggandeng kader tim penggerak PKK di setiap perkampungan. Selain itu, sejumlah sekolah khususnya tingkat SMP dan SMA yang ada di tiga kecamatan perkotaan.
Ia berharap, gerakan ini mampu mengubah wilayah perkotaan Gresik yang penuh dengan industri menjadi lebih hijau, serta memperbaiki kulaitas hidup warga.(*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.