Surabaya (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pembangunan dan pengoperasian rumah pompa di sekitar kawasan barat untuk mengantisipasi banjir susulan.
"Untuk rumah pompa yang menggunakan tenaga listrik, kami telah meminta bantuan PLN agar segera dioperasikan," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ditemui wartawan di Balai Kota Surabaya, Senin.
Menurut dia, dari beberapa rumah pompa yang saat ini masih belum selesai pembangunannnya merupakan proyek pemerinta pusat. "Ada beberapa rumah pompa yang dikerjakan pemerintah pusat. Tapi kita dorong supaya cepat selesai," katanya.
Wali kota menambahkan terjadinya banjir di wilayah Surabaya beberapa hari ini akibat curah hujan yang tinggi. Bahkan, menurutnya, curah hujan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
"Intensitasnya dua kali lipat dari tahun lalu," katanya.
Ia mengungkapkan, dalam musim hujan kali ini, pihaknya mengkhawatirkan kawasan Surabaya Barat karena di kawasan itu letaknya berdekatan dengan anak sungai Bengawan Solo yakni Sungai Kali Lamong. Ketika curah hujan tinggi, aliran air dari beberapa wilayah yang terletak di pantura cukup tinggi.
"Terutama air dari Gresik tinggi sekali terangnya," katanya.
Akibat banjir bandang di Kawasan Surabaya Barat beberapa waktu lalu, dua nyawa melayang. Dua korban jiwa tersebut merupakan warga Benowo-Pakal. Untuk menanggulangi banjir, pemerintah Kota memperkuat penyangga aliran sungai dengan menambal beberapa sisi tanggul yang kondisinya kritis.
"Saya minta Dinas PU dan Satpol PP susuri Kali Lamong untuk melihat tanggul yang kritis," katanya.
Sejak tahun 2010, lanjut dia, Pemkot Surabaya telah berupaya menangami masalah banjir di Kawasan Surabaya Barat dengan membangun saluran air di Sumberejo. Sementara, molornya pembangunan rumah pompa yang bekerja sama dengan Kementrian PU karena terkendala lahan.
"Kami berharap rumah pompa segera dioperasionalkan," katanya. (*)
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.