Surabaya (AntaraJatim) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP) segera mendirikan semacam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di kawasan kampus ITS Surabaya.
"Masalah utamanya adalah budaya, karena itu kami mulai dengan sosialisasi kalangan kampus dengan harapan dapat tercipta diskusi kecil di kampus yang dapat mengubah budaya masyarakat," kata VP Sales PT NTP, Eka Wahyono, di Rektorat ITS Surabaya, Jumat.
Dengan proses pembudayaan secara bertahap itu, katanya, pihaknya akan mendirikan sebuah SPBG di kampus ITS dengan meletakkan sebuah Mobile Refueling Unit (MRU) di kawasan kampus teknologi itu.
"Untuk sosialisasi tahap awal ditujukan kepada para pimpinan di lingkungan ITS dan perwakilan perguruan tinggi se-Surabaya, baik negeri maupun swasta, apalagi ITS memiliki Program ITS Eco Campus guna mengurangi polusi udara dan penghematan konsumsi BBM," katanya.
Sebelum dibangun sebuah MRU, pihaknya akan memberikan converter kit untuk mobil dinas ITS. "Converter kit yakni sebuah alat yang dapat membuat mobil menjadi menggunakan dua bahan bakar, yakni BBM dan BBG, sehingga mobil yang sebelumnya hanya minum bensin akan bisa menghirup gas juga," katanya.
Ia menilai masyarakat tidak perlu takut jika sedang perjalanan pulang kampung ternyata tidak mendapati SPBG di sepanjang jalan, sebab mobilnya bisa berganti menjadi BBM yakni menggunakan bensin. "Ketika gas dalam tangki sudah habis pun ia akan berganti ke BBM secara otomatis," katanya.
Saat ini, pemerintah telah memasok gas beserta infrastrukturnya sejak tahun 2013 yang akan terus ditingkatkan hingga dua tahun ke depan. Persediaan ini dipasok untuk memenuhi kebutuhan 1.000 kendaraan yang setiap harinya diestimasi membutuhkan gas sebanyak 30 liter.
"Namun, tekad baik pemerintah justru tidak disambut baik oleh masyarakat, karena masyarakat saat ini masih mengarah pada BBM, padahal Indonesia adalah penghasil LNG terbesar di dunia," katanya.
Faktanya, sebagian besar penduduk Indonesia justru menggunakan BBM, padahal penggunaan BBG jauh lebih murah jika dibandingkan dengan BBM, baik premium maupun pertamax. Selain itu juga dapat mengendalikan lingkungan dari polusi udara.
"Tahun 2013, Kementerian ESDM telah menerapkan sejumlah 3.000 converter kit untuk mobil dinas pemerintah, maupun perguruan tinggi. Untuk ITS, setidaknya akan ada 43 mobil dinas yang akan dipasangi alat ini secara gratis. Pemasangannya hanya membutuhkan waktu 6-8 jam dan gratis," katanya. (*)
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.