Banyuwangi - Bagi sebagian besar wisatawan asing, Pulau Bali merupakan salah satu detinasi tujuan wisata andalan di Indonesia, karena selain memiliki pemandangan alam yang eksotik, keragaman seni budaya yang khas serta keindahan pantainya juga sudah menyebar ke seantero dunia. Dukungan transportasi yang memadai di sana pun menjadi salah satu syarat mengapa wisatawan asing "betah" dan tidak bosan mengunjungi pulau dengan julukan Dewata itu, ditambah tingginya ombak Pulau Bali yang bagus buat berselancar ria. Namun, wisatawan asing perlu kiranya mencoba destinasi lain yang lokasinya tidak jauh dari Bali, yakni Pulau Merah yang terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pulau ini, meski belum tergarap maksimal, keindahan alam serta tingginya ombak tidak kalah dengan Bali, bahkan telah mendapat rekomendasi dari "Asosiasi Selancar Indonesia" sebagai tempat alternatif baru untuk berselancar, sebab ombaknya mempunyai daya tarik yang tak kalah dengan Bali maupun lokasi lain seperti Plekung. Ketua Umum ASI, Jro Made Suparta mengakui, ombak di Pulau Merah yang ketinggiannya rata-rata dua meter sangat bagus buat peselancar pemula, amatir maupun profesional, sehingga bisa menjadi tujuan wisata alternatif selain di Bali. Ombak di pulau ini juga sangat mirip dengan Pantai Kuta, namun lebih bagus karena mampu bergulung setinggi dua meter dan panjang 300 meter, sehingga memungkinkan peselancar melakukan manuver atau teknik "tubes". Kelebihan lain, adalah dasar lautnya tidak terlalu banyak karang seperti di Plengkung (wisman mengenalnya dengan G-Land), sehingga cukup aman bagi peselancar pemula yang ingin belajar berselancar. Bahkan, Suparta berani menyebut Pulau Merah mirip dengan salah satu kawasan wisata pantai yang terdapat di negara Amerika Latin, Brazil, yang juga terkenal dengan keindahan pantai-pantainya untuk penggila surfing. Terkait keindahan alam, salah satu wisata domestik asal Surabaya, Didik Hendriyanto mengakui bila keindahan Pulau Merah lebih alami daripada Bali atau lokasi lain di Indonesia. Sebab, dengan bentangan alam yang luas dan pasir putih yang bersih serta bukit yang menjulang tinggi sekitar 200 meter di tengah laut, menjadi daya tarik yang tidak terkalahkan dengan lokasi wisata lainnya di Indonesia. "Sepertinya kita tinggal menunggu saja bagaimana pengelolaan dan promosi Pulau Merah, sehingga dapat mencuri perhatian para wisatawan asing untuk berkunjung ke sini," ucapnya. Akses Jalan Dari segi akses jalan menuju pulau ini sangat mudah dijangkau, karena kondisi jalannya yang mulus. Selain itu, pulau yang terletak sekitar 80 kilometer arah selatan Banyuwangi ini cukup ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan darat menggunakan mobil. Sedangkan dari Bandara Blimbingsari yang berada di Kecamatan Rogojampi, perjalanan darat menuju Pulau Merah bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam. Pulau ini memiliki ciri khas tersendiri, yakni pantainya berpasir putih kecokelatan dengan garis pantai sepanjang ±3 km, serta adanya bukit yang menjulang tinggi di ujung pantainya. Dinamakan Pulau Merah, konon karena saat matahari terbenam pada sore hari akan tampak pancaran sinar yang berwarna jingga kemerahan-merahan dari balik bukit, sehingga masyarakat menyebutnya sebagai Pulau Merah. Pemkab Banyuwangi mulai memperkenalkan ke publik pulau ini sekitar akhir 2012 dengan melakukan penataan kawasan pantai untuk dijadikan destinasi baru. Dalam penataan itu, Pemkab Banyuwangi sudah memperbaiki akses jalan menuju kawasan wisata itu dengan aspal, dan membuat pagelaran balap sepeda internasional "Tour de Ijen 2012", yang finisnya berada di kawasan Pulau Merah dan Kawah Ijen. "Kami terus berusaha mempromosikan Pulau Merah ini, salah satunya adalah menggabungkan kegiatan olahraga dan wisata untuk mempromosikan Pulau Merah, sehingga ke depan pulau ini menjadi jujugan bagi wisatawan asing," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas beberapa waktu lalu. (*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026