Gresik, (Antara Jatim) - Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Semen Indonesia (STIMSI) menerima sebanyak 178 mahasiswa baru sebagai angkatan pertama dari sekolah yang didirkan Semen Gresik Foundation (SGF). Ketua STIMSI Dwi Soetjipto di gresik, Jatim,, Rabu mengatakan, total angkatan pertama yang diterima dibagi menjadi dua program studi, yakni manajemen dan manajemen rekayasa. "Total mahasiswa yang kita terima sebagai angkatan pertama ini diseleksi dari sekitar 700 pendaftar, dan melalui proses seleksi yang cukup ketat," ujar Dwi saat sidang terbuka senat dan kuliah umum di Gedung Semen Gresik. Ia berharap, mahasiswa angkatan pertama STIMSI bisa menjadi pelopor pendidikan dan mahasiswa yang berkualitas di Indonesia, karena diseleksi berdasarkan nilai dan kemampuan yang bagus. "Tujuan kita mendirikan STIMSI adalah untuk menjadi sekolah manajemen terbaik di Asia Tenggara pada tahun 2025 nanti," ucapnya. Dwi sebelumnya mengatakan, pendirian STIMSI merupakan komitmen Semen Indoensia dalam memberikan pendidikan yang berkualitas melalui aplikasi laboratorium yang bagus. Sehingga, mahasiswanya diharapkan mampu mengekplorasi pengetahuan dan latihan melalui ketersediaan industri semen yang memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia. "Ke depan, STIMSI kita harapkan akan menjadi sebuah universitas dengan bertambahnya program studi dan sejumlah fakultas," ujarnya. Sementara Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi Kemendiknas, Ilah Sailah yang memberikan kuliah umum dalam kegiatan itu mengharapkan mahasiswa angkatan pertama STIMSI bisa mendapat pengakuan dari masyarakat. "Pengakuan dari masyarakat itu sangat penting, tujuannya untuk menjaga eksistensi STIMSI di masyarakat," katanya. Selain itu, diharapkan mahasiswa angkatan pertama bisa berprestasi dan banyak dicari perusahaan asing, sehingga menunjukan kualitas dari pendidikan STIMSI. "Yang terpenting dalam pendidikan itu adalah 'output', sebab ini menujukkan kualitas dari pendidikan tersebut," tuturnya.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026