Surabaya (Antara Jatim) - Cuaca panas selama beberapa hari terakhir diperkirakan akan menjadi hadangan tersendiri bagi para peserta lomba balap sepeda internasional "Polygon Tour de East Java 2013" saat memulai etape pertama, Rabu (4/9).
Informasi dari panitia penyelenggara TdEJ 2013, Selasa, menyebutkan balapan etape pertama yang menempuh jarak 180 kilometer menjadi rute terpanjang dari tiga etape yang dilombakan tahun ini.
Sekitar 80 pebalap dari 15 tim mancanegara dan satu tim lokal akan memulai balapan dari depan Gedung Negara Grahadi melewati wilayah Kabupaten Gresik, Lamongan, Jombang, Mojokerto, dan finis di depan GOR Delta Sidoarjo.
Dari buku panduan lomba, etape pertama didominasi jalur datar dengan dua titik perebutan "sprint" di kilometer 21,3 wilayah Kecamatan Cerme, Gresik, dan kilometer 70 wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.
Selain itu, terdapat satu titik perebutan poin tanjakan (King of Mountain/KOM) di kilometer 94,8 yang masuk wilayah Gunung Pegat, Ngimbang, Lamongan.
"Etape pertama akan menjadi pertarungan para 'sprinter' (pebalap spesialis jalur datar). Selain rute yang panjang, kondisi cuaca yang lumayan panas akan menentukan ketangguhan fisik pebalap untuk menuju garis finis," kata Sekretaris Panitia Penyelenggara TdEJ 2013, Harijanto Tjondrokusumo.
Sejumlah tim kontinental seperti Tabriz Petrochemical Iran, Terengganu Malaysia, dan Aisan Racing Jepang dikenal memiliki sejumlah pebalap handal di jalur datar.
Secara terpisah, Manajer Tim Polygon Sweet Nice (PSN) Christopher Antonius mengatakan timnya siap tampil maksimal di etape panjang hari pertama, namun tetap berupaya menyimpan energi untuk menghadapi rute berat pada dua etape berikutnya.
"Kami berharap tidak ada pebalap yang mengobral energi, tapi tetap berusaha memberikan perlawanan untuk meraih hasil maksimal. Ini etape panjang dengan jalur datar, tetapi dua etape berikutnya akan cukup berat karena rutenya menanjak," katanya.
Menurut ia, pada balapan dengan rute datar, sebagian besar tim akan menerapkan strategi dengan menempatkan satu atau dua pebalapnya untuk menyerang, sedangkan pebalap lain terutama "climber" difokuskan bertanding dengan aman untuk menyimpan tenaga.
"Anak-anak tidak boleh terpancing, terutama dua sprinter kami Dealton Nur Prayogo dan Agung Riyanto. Kecuali bila ada kesempatan untuk menyerang bersama, kami akan mengambilnya," tambah Christopher.
Selain dua pebalap lokal, PSN yang kini berstatus kontinental melalui negara Irlandia, diperkuat tiga pebalap asing yang semuanya "climber" (spesialis tanjakan), yakni Oscar Pujol Munoz (Spanyol), Ryan Sherlock (Irlandia) dan Sergey Kuzmin (Kazakhstan). (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.