Harapannya para atlet mampu meraih prestasi terbaik di bidang olahraga sekaligus memiliki bekal akademik yang kuat untuk masa depan

Surabaya (ANTARA) - SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya meresmikan Pusat Belajar Atlet untuk mendukung keseimbangan prestasi akademik dan olahraga siswa melalui pembelajaran yang fleksibel serta penguatan pembinaan atlet pelajar bersama para pemangku kepentingan.

"Harapannya para atlet mampu meraih prestasi terbaik di bidang olahraga sekaligus memiliki bekal akademik yang kuat untuk masa depan," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, Alfianur Rizal di Surabaya, Senin.

Peresmian pusat belajar tersebut berlangsung bersamaan dengan pembukaan Forum Ta'aruf Siswa (Fortasi) Tahun Ajaran 2026/2027 dan ditandai penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara sekolah dan para mitra untuk memperkuat pembinaan atlet pelajar.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur M. Nabil meresmikan fasilitas tersebut didampingi Ketua Umum KONI Kota Surabaya Arderio Hukom, Kepala SMA Muhammadiyah 10 Surabaya Salim Bahsiry, serta Direktur MBA Spartans Sudarusman.

Alfianur menjelaskan Pusat Belajar Atlet merupakan program unggulan yang mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembinaan olahraga melalui pendampingan belajar, penyesuaian proses pembelajaran, pemantauan perkembangan akademik, serta koordinasi dengan orang tua, pelatih, dan organisasi olahraga.

Selain pendampingan akademik, pusat belajar juga memberikan dukungan psikologis bagi atlet pelajar agar mampu menjaga performa saat mengikuti berbagai kejuaraan.

Saat ini, SMA Muhammadiyah 10 Surabaya memiliki sekitar 200 siswa berstatus atlet dari berbagai cabang olahraga, seperti renang, panahan, karate, pencak silat, anggar, wushu, bulu tangkis, futsal, sepak bola, atletik, balap sepeda, hingga tinju.

"Untuk mendukung aktivitas para atlet, sekolah telah menerapkan sistem pembelajaran yang fleksibel tanpa mengurangi kualitas akademik," ujar Alfi.

Ia menambahkan siswa yang mengikuti pemusatan latihan maupun kejuaraan di dalam dan luar negeri tetap dapat mengikuti pembelajaran melalui Learning Management System (LMS), kelas daring, pendampingan guru mata pelajaran, serta memperoleh kesempatan mengikuti asesmen susulan apabila berhalangan hadir karena tugas sebagai atlet.

Ketua Umum KONI Kota Surabaya Arderio Hukom mengapresiasi SMA Muhammadiyah 10 Surabaya yang dinilai konsisten melahirkan atlet pelajar berprestasi.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Umum KONI Jawa Timur M. Nabil yang menyebut sekolah tersebut sebagai SMA atlet pertama di Surabaya.

Peresmian Pusat Belajar Atlet disaksikan sekitar 600 siswa baru dan wali murid dalam kegiatan Fun Run Fortasi 2026 sebagai bagian dari penyambutan peserta didik baru sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat dan kebersamaan di lingkungan sekolah.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026