Surabaya (Antara Jatim) - Lembaga survei independen Proximity menyebutkan tingkat elektabilitas pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) menjelang Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur mencapai 54 persen. "Berada di urutan kedua pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja dengan 24,4 persen," ujar Direktur Proximity, Whima Edy Nugroho, kepada wartawan di Surabaya, Selasa. Berada di urutan ketiga pasangan Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah. Calon gubernur yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut meraih angka sekitar 12,8 persen, disusul Eggi Sudjana-Muhammad Sihat dengan 0,4 persen. "Dengan demikian, kami prediksikan pasangan Karsa mampu menang satu putaran dan kembali memimpin Jawa Timur untuk periode lima tahun ke depan," katanya. Survei tersebut, kata Whima, dilaksanakan pada 15-22 Agustus 2013. Jumlah sampel yang dipilih mencapai 1.200 responden dengan tingkat kesalahan atau "margin error" sekitar 2,83 persen. Sedangkan, teknik pengambilan sampel dalam survei itu menggunakan "Multistage Random Sampling" dengan mengambil "sampling" di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. "Karena itulah sangat kecil kemungkinan pasangan lain mengejar elektabilitas Karsa," kata dia. Pihaknya menilai, faktor utama yang membuat Karsa menang adalah sebagian besar publik puas dengan kinerja kandidat petahana tersebut. Di samping itu, figur calon gubernur dan wakilnya juga merakyat dan populer di masyarakat Jatim. "Masyarakat puas dengan kinerja pemimpin selama memimpin Jatim. Kinerja dan prestasi pembangunan dianggap berhasil oleh 60 persen warga Jatim dan puas selama empat tahun ini," katanya. Sementara itu, untuk pemilih perempuan, pasangan nomor urut 1 tersebut tetap berada di urutan pertama dibandingkan kandidat lainnya, yakni sebesar 50 persen. "Ini yang menarik, karena satu-satunya kandidat perempuan yaitu Khofifah Indar Parawansa sebesar 35 persen. Padahal, ke Karsa hingga 50 persen," kta Whima. Pihaknya mengungkapkan, meski pasangan Khofifah-Herman elektabilitasnya masih di bawah, namun Karsa harus hati-hati mencermati pergerakan pemilih. Pasalnya, mesin politik kedua lawan yakni Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah dan Khofifah-Herman cukup optimal. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026