Trenggalek (Antara Jatim) - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror akhirnya melepas Andri Wahono (21), satu dari tiga terduga teroris yang ditangkap dalam operasi penggerebekan di Percetakan Andesche, Bekasi Timur, Selasa (20/8). Kapolres Trenggalek AKBP Deny Setya Nugraha Nasution, Kamis mengungkapkan, informasi pelepasan Andri Wahono mereka terima dari Mabes Polri, Rabu (21/8) malam. "Kami belum menerima surat pemberitahuan resmi, tapi memang informasinya sudah dilepas kemarin malam," terangnya dikonfirmasi di sela kampanye pasangan calon Bambang DH-Said Abdullah di Kabupaten Trenggalek. Ia menjelaskan, Andri yang ikut ditangkap dalam operasi penggerebekan terduga teroris yang disebut-sebut terlibat dalam rencana pengeboman Kedutaan Besar Myanmar dinyatakan "bersih". Hasil pemeriksaan tim penyidik dari Densus 88 Antiteror tidak menemukan cukup bukti bahwa pemuda asal Dusun Gandu, Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur tersebut terlibat dalam gerakan terorisme maupun rencana pengeboman Kedubes Myanmar. Kesimpulan itu sinkron dengan hasil penyelidikan tim intelijen Polres Trenggalek, sesaat setelah Andri dan dua terduga teroris lain ditangkap. "Berdasar hasil investigasi tim kami di lapangan tidak menemukan adanya tanda-tanda pemuda ini terlibat kegiatan berbau ektremisme. Di lingkungannya, dia juga dikenal baik sehingga kami menyimpulkan Andri 'bersih'," tandasnya. Meski belum ada pemberitahuan tertulis dari Mabes Polri, Deny memastikan jajarannya telah mengklarifikasi perkembangan status terbaru Andri kepada keluarganya di Desa Gamping. Sebelumnya, kabar penangkapan Andri Wahono yang telah tujuh bulan bekerja sebagai tenaga administrasi di sebuah dealer mobil Hino di daerah Bekasi Timur, Selasa (20/8) sempat membuat keluarganya shok. Purwito, kakak kandung terduga teroris Andri Wahono saat ditemui di rumahnya, mengatakan, selama ini adiknya tidak pernah berperilaku aneh, apalagi terlibat dalam kegiatan ekstrimisme Islam. "Tidak ada gelagat aneh maupun hal-hal yang mengarah pada teroris, dia itu sangat lugu," tuturnya. (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026