Trenggalek (Antara Jatim) - Calon gubernur dari jalur perseorangan, Eggi Sudjana optimistis bakal meraup dukungan mayoritas pemilih sekitar 40 persen dalam pemilihan kepala daerah Jawa Timur, 29 Agustus mendatang. "Selama ini angka golput di setiap pemilihan kepala daerah itu cukup tinggi, bahkan ada yang di atas 40 persen. Maka dari itu, karena kami yang bukan orang parpol bisa menjadi alternatif pilihan mereka," kata Eggi, Rabu. Menurut dia, ada tiga elemen yang bakal mendongkrak perolehan suara pasangan nomor urut dua tersebut, di antaranya masyarakat yang kecewa terhadap partai politik (parpol), kelompok mahasiswa dan akademisi serta kelompok lembaga swadaya masyarakat (LSM). "Kami merupakan representasi menuju perubahan yang lebih baik," ujarnya. Selama di Trenggalek, Eggi bersama tim pemenangannya lebih banyak memanfaatkan jadwal kampanyenya, dengan "blusukan" ke sejumlah pasar tadisional di Trenggalek. Eggi sempat melakukan kunjungan di Pasar Subuh serta Pasar Tugu Trenggalek. Di pusat perbelanjaan tradisional itu Eggi membagi-bagikan poster bergambar dirinya dan Cawagub Mochammad Sihat. "Kami tidak memakai istilah 'blusukan' tapi silaturrahmi, kami ke sini (pasar) ini ingin bertemu langsung dengan rakyat dan berbicara langsung dengan mereka," katanya. Pria yang berlatar belakang pengacara ini mengklaim cara tersebut cukup efektif untuk menggalang dukungan serta mensosialisasikan programnya. Sementara itu terkait isu kesejahteraan rakyat, cagub perseorangan ini mengaku juga akan menjadi prioritas utama kepemimpinannya. "Indonesia ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa, salah satunya emas. Tapi ironisnya hasil tambang ini justru dinikmati oleh luar negeri, seperti yang terjadi di Freeport," kata Eggi. Menurutnya, khusus untuk potensi tambang emas, apabila dikelola dengan baik serta dikelola untuk rakyat sudah bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia. Bahkan ia mengklaim dari sektor emas, pemerintah seharusnya dapat memberikan subsidi kepada rakyat Rp200 juta per tahun. "Terlebih di Jawa Timur ini juga memiliki potensi tambang emas, sepeti di Trenggalek dan Banyuwangi, apabila jadi gubernur, tidak akan kami biarkan ini dikelola luar negeri," paparnya. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026