Gresik, (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mendukung sepenuhnya target yang dicanangkan pemerintah terkait surplus beras secara nasional sebesar 10 juta ton pada 2014.
Bupati Gresik Sambari Halim Radianto di Gresik, Senin mengatakan, dukungan itu diaplikasikan dengan pemberian bantuan alat pertanian seperti traktor tangan, pompa air serta alat pengolahan hasil pertanian kepada 114 kelompok tani di wilayah itu.
"Hari ini kita berikan bantuan berupa 48 unit hand traktor, 2 kultivaktor, 56 unit 'hand sprayer' serta 4 unit pompa air dan alat pengolahan pertanian, hal ini sebagai bentuk mendukung target surplus beras nasional," katanya.
Ia mengatakan, produksi beras di Gresik telah surplus hingga 110.000 ton, meski demikian hasil itu tidak akan menjadikan pihaknya hanya berpangku tangan.
"Justru hasil itu akan menjadikan cambuk untuk lebih meningkatkan terus produksi padi di wilayah Gresik," kata Sambari dalam pemberian bantuan peralatan pertanian di Kantor Bupati Gresik.
Sambari menjelaskan, bantuan yang diberikan itu sebenarnya berasal dari masyarakat yang aktif membayar pajak, kemudian dikembalikan dalam bentuk alat-alat pertanian.
Ia berharap adanya bantuan itu akan meningkatkan produksi tanaman pangan khususnya padi, serta target surplus yang akan dicapai Gresik akan meningkat.
Selain itu, masyarakat mampu menjadikan kawasan tadah hujan sebagai lahan produktif untuk pertanian, sebab hampir 80 persen lahan di Gresik adalah lahan tadah hujan.
"Dengan pemanfaatan kawasan tadah hujan untuk lahan produktif, saya optimistis Gresik mampu menyumbang 50 persen dari target nasional sebesar 10 juta ton pangan di tahun 2014," katanya.
Ia menjelaskan, untuk luas lahan sawah aktif di Gresik mencapai 64.000 ha/tahun dan mampu memproduksi sebanyak 379.000 ton gabah/tahun.
Sementara, nilai konsumsi masyarakat Gresik mencapai 237.000 ton beras/tahun, sehingga Gresik kini mampu surplus beras hingga mencapai 110.000 ton. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.