Malang (Antara Jatim) - Sebanyak 556 orang warga Kota Malang memanfaatkan bus untuk program mudik gratis ke sejumlah daerah tujuan di wilayah Jawa Timur yang difasilitasi pemkot setempat. Ke-556 warga Kota Malang tersebut mudik gratis dengan menggunakan 12 bus besar dan kecil yang diberangkatkan dari balai kota setempat oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Subari, Senin. "Tahun ini pemudik gratis yang paling banyak adalah tujuan Madura, bahkan sampai menolak peserta. Mungkin tahun depan akan kita tambah kapasitasnya dengan menambah dua armada lagi agar bisa mengangkut lebih banyak lagi," tegas Subari. Menurut dia, tahun lalu tujuan Madura disediakan enam bus, namun yang terisi hanya empat bus, sehingga tahun ini dikurangi. Setelah jumlah armadanya dikurangi dari enam menjadi empat, ternyata peminatnya cukup banyak. Ia mengemukakan program mudik gratis tesrebut merupakan yang kedua kalinya dan tahun-tahun berikutnya akan tetap dilakukan, bahkan kapasitas busnya akan ditambah. Daerah yujuan mudik gratis dari Kota Malang itu adalah empat bus ke Madura, dua bus ke Banyuwangi, dua bus ke Bojonegoro, dua bus ke Trenggalek, satu bus ke Pacitan, serta satu bus ke Ngawi. Setiap bus akan dikawal oleh dua orang personel Dishub Kota Malang. "Animo masyarakat yang memanfaatkan program mudik gratis ini cukup besar, sehingga kursi yang disediakan terisi 100 persen," katanya, menambahkan. Salah satu pemudik, Dina mengaku senang dengan adanya program mudik gratis tersebut. "Fasilitas yang diberikan oleh Dishub sangat nyaman dan membantu masyarakat yang ingin mudik ke daerah asal dan saya berharap program mudik gratis ini tetap berlanjut," ujarnya. Sementara itu warga Kota Malang yang merantau di Jakarta dan sekitarnya juga mudik ke kota pendidikan itu dengan program yang sama. Namun, warga Malang yang ada di Jakarta itu difasilitasi oleh perkumpulan orang-orang Malang yang menamakan "Genaro Ngalam" (orang Malang). Mereka berangkat dari Trans Studio sebanyak 16 bus dengan rincian 9 bus bagi warga Kota Malang dan selebihnya warga Kota Batu serta Kabupaten Malang.(*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026