Surabaya (Antara Jatim) - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyiagakan "sniper" (penembak jitu) pada puluhan titik rawan kriminalitas selama Operasi Ketupat Semeru 2013 pada 2-17 Agustus.
"Selama pengamanan arus mudik dan balik pada 2-17 Agustus itu, kami mengerahkan 13.184 personel yang sebagian di antaranya sniper," kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Moechgiyarto di Mapolda Jatim, Kamis.
Setelah memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2013, ia menjelaskan pasukan sniper yang disiagakan itu ada yang 'mobile' (bergerak) dan 'stationer' (siaga tapi siap digerakkan).
"Saya tidak bisa menyebutkan jumlah pasukan sniper, tapi mereka akan ditempatkan di beberapa titik rawan kriminalitas, seperti pantura (Tuban, Lamongan, Gresik) dan Mantingan (Madiun)," katanya.
Bahkan, sejumlah personel sniper yang sudah ditempatkan di Tuban pada beberapa hari lalu sudah mampu membekuk kawanan "bajing loncat" yang menggarong truk pengangkut sembako yang melintas di kawasan itu.
"Kami juga menyiapkan 243 titik pospam (pos pengamanan) untuk melayani masyarakat pemudik, tapi kami juga menyiapkan 30 titik posyan (pos pelayanan) yang membantu pemudik bila mau singgah untuk istirahat atau berbuka, bahkan tukang pijat juga ada," katanya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.