Surabaya (Antara Jatim) - Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Marsetio secara resmi membuka program pendidikan S-1 angkatan ke-34 dan pascasarjana angkatan pertama Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) 2013. Pembukaan program pendidikan lanjutan khusus untuk prajurit TNI dan Polri itu dilaksanakan di Auditorium Pulau Marore, Kampus STTAL, Kobangdikal, Surabaya, Jumat. Kepala Bagian Penerangan Kobangdikal Mayor Laut (KH) Rohman Arif menjelaskan total prajurit dari berbagai Komando Utama TNI AL yang mengikuti pendidikan sebanyak 66 orang, terdiri dari 48 orang mengambil program S-1 dan 18 orang menempuh program S-2. Untuk program S-1 terdiri dari jurusan teknik mesin sebanyak sembilan orang, teknik elektro (14 orang), teknik industri (17 orang), dan teknik hidros (8 orang). Sedangkan 18 prajurit lainnya mengambil program studi S-2 Analisis Sistem dan Riset Operasi (ASRO). Program pendidikan pascasarjana STTAL mulai dibuka tahun ini setelah mendapatkan izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. KSAL Laksamana TNI Dr Marsetio MM dalam amanatnya mengatakan penyelenggaraan pendidikan di lingkungan TNI AL merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pola pembinaan personil secara menyeluruh, untuk membekali ilmu pengetahuan dan teknologi. "Pembentukan program pascasarjana STTAL membutuhkan perjuangan cukup panjang sampai terbitnya surat izin dari Dirjen Dikti Kemendikbud dan STTAL dinilai kredibel untuk melaksanakan program S-2, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendorong percepatan penguasaan teknologi alutsista," katanya. Marsetio berharap melalui program studi baru ini, muncul mahasiswa dari kalangan prajurit TNI AL yang memiliki tingkat kemampuan intelektual tinggi, antisipatif dan adaptif terhadap dinamika yang terjadi di masa mendatang. Selain itu, para lulusan S-2 diharapkan juga menjadi perwira yang dapat mengembangkan kemampuan kreatif dan inovatif, khususnya dalam pengembangan kemampuan alutsista TNI AL. "Program studi S-2 ASRO di STTAL merupakan modal inventasi jangka panjang dalam rangka mengubah kultur organisasi TNI AL menuju 'World Class Navy' atau angkatan laut berkelas dunia," tambah Marsetio. Ia menambahkan bidang ASRO di lingkungan TNI AL memegang peranan penting dalam membangun organisasi ke arah yang lebih baik, terutama dalam bidang perencanaan, penelitian dan pengembangan untuk membantu penetapan kebijakan strategis dalam mencapai visi TNI AL. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026