Surabaya (Antara Jatim) - Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang Jawa Timur, H. Ali Makmun, tutup usia atau meninggal dunia dalam usia 59 tahun akibat sakit setelah dirawat di Rumah Sakit Ibnu Sina, Gresik, Kamis. "Kami sangat kehilangan salah satu kader terbaik partai. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT," ujar Ketua DPW PBB Jatim, H. Sudarno Hadi, kepada wartawan. Ia mengaku terkejut dengan kabar duka yang diterimanya. Sebab, kata dia, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit serius selama hidupnya. Bahkan, selama beraktifitas ia tidak pernah mengeluh di setiap kegiatan. "Pak Ali adalah kader yang sejak awal berdiri sampai hari ini tetap istiqomah berkhitmad di PBB. Bahkan dalam banyak kesempatan, almarhum selalu mengatakan bahwa PBB itu partai pertama dan terakhirnya," kata dia. Menurut Sudarno Hadi, almarhum adalah sosok pengusaha yang sejak muda aktif di PII dan GPI Jakarta. Dalam sepuluh tahun terakhir juga aktif di Dewan Dakwah Islam Indonesia Jatim. "Di samping itu, selama menjalankan aktifitasnya berpartai, Pak Ali aktif sejak di DPC Gresik sebagai wakil ketua, sampai menjadi Bendahara DPW. Bahkan, saat ini tercatat sebagai calon legislator DPRD I mewakili daerah pemilihan X," kata dia. Sudarno Hadi bercerita, selama rapat rutin di kantor PBB, Pak Ali selalu membawa nasi krawu khas Gresik untuk semua pengurus. Sudarno bahkan sering berkelakar selalu minta tambah makanan. "Saya teringat Pak Ali selalu bilang kalau mau nambah harus bayar Rp100 ribu. Itu pun kalau ada sisanya," kata Sudarno Hadi mengenang kisahnya bersama almarhum. Ia juga teringat pesan almarhum bahwa bersedia menjadi bendahara, justru di saat PBB Jatim dalam kondisi prihatin. Pihaknya meminta agar semua kader dan warga masyarakat mendoakan almarhum dan memaafkannya jika pernah ada yang merasa tersinggung. "Seandainya dulu PBB memiliki banyak dana, mungkin saya tidak tidak bersedia jadi bendahara," ucap Humas DPW PBB Jatim Askhabul Mukminin menirukan pernyataan almarhum ketika hidup. (*)


Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026