Malang (Antara Jatim) - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan kalau ingin memiliki 100 usaha (bisnis) berarti harus punya 1.000 ide, sebab dari 100 ide baru di dunia, rata-rata hanya 9 yang benar-benar berhasil menjadi usaha.
"Ide-ide baru yang muncul dari mahasiswa hanya sedikit yang benar-benar bisa menjadi usaha (bisnis) dengan skala besar, sehingga masih dibutuhkan banyak ide baru," kata Bayu Krisnamurthi ketika menjadi pembicara kunci dalam Seminar "Kemandirian Pangan dan Energi" di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu.
Oleh karena itu, lanjutnya, kalau ingin memiliki 100 bisnis harus menyiapkan 1.000 ide baru yang brilian. Dan, yang terpenting tidak pernah putus asa dalam berusaha dan mengembangkan ide-idenya dalam berbisnis.
Menyinggung agrokomplek dalam mengembangan bisnis akhir-akhir ini, Bayu mengatakan, seharusnya diisi dengan tiga hal penting, yakni agro startup, bisnis dan bentuk bisnisnya serta inspirasi expo untuk menggali inspirasi baru.
Sementara dalam pengembangan agro startup, katanya, harus mengandung tiga hal, yakni teknologi, pemahaman terhadap pasar serta nilai-nilai yang harus dipegang teguh, seperti kejujuran.
Sementara itu Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM Dr Damat mengatakan Seminar dengan tema "Kemandirian Pangan dan energi" tersebut bertujuan untuk membentuk jejaring para peneliti dan pengusaha di bidang pangan dan energi yang berbasis potensi lokal.
Selain itu, kata Damat, juga menjaring ide untuk penguatan potensi dan posisi tawar komoditas lokal, baik dari aspek pengembangan teknologi budidaya, pascapanen maupun pemasarannya, sehingga akan terwujud kemandirian pangan dan energi.
Sebab, tegasnya, selama ini masih terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran, sehingga harus impor untuk memenuhi kebutuhan yang tidak seimbang tersebut.
"Untuk meminimalkan import bahan pangan ini perlu penguatan potensi dan posisi tawar komoditas lokal yang potensinya cukup besar dan tidak kalah dengan kualitas bahan pangan impor," tegasnya.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.