Gresik, (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyiapkan lahan kosong seluas 3.000 hektare bagi investor yang akan menanamkan modalnya di wilayah itu, sebagai langkah serius menarik pengusaha. Wakil Bupati Gresik Muhammad Qosim, Rabu, mengatakan dari total lahan itu pihaknya telah membebaskan sekitar 1.400 hektare. "Tujuan mempersiapkan lahan itu untuk mengukur keseriusan daerah dalam menarik investasi, dan kami juga telah melakukan pemetaan potensi Kabupaten Gresik," katanya. Selain itu, pemkab juga telah membuat regulasi untuk kepastian hukum dalam berinvestasi dan menyelenggarakan pelayanan satu atap, mengembangkan kebijakan perburuhan yang kondusif serta menyiapkan Sumber Daya Manusia sesuai standar kualifikasi. "Kita membuat itu semua untuk menjadikan Gresik sebagai primadona investasi di Jawa Timur," kata Qosim saat membuka sosialisasi kebijakan pembangunan perekonomian nasional. Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Kabupaten Gresik, Agus Mualif mengatakan, berdasarkan data investasi di Kabupaten Gresik sejak tahun 2011, realisasi investasi yang masuk ke Gresik sebesar Rp15,268 triliun dan US$ 1,09 miliar, dan pada 2012 realisasi investasi masuk mencapai Rp14,842 triliun dan US$ 1,84 miliar. Agus Mualif menyebutkan, sejak tahun 2011 pihaknya juga telah mengeluarkan izin rata-rata 2500 izin/tahun, seperti izin pemanfaatan ruang, lokasi, mendirikan bangunan (IMB), HO dan beberapa non perizinan lainnya. Sedangkan pada tahun 2012 pihaknya telah mengeluarkan sebanyak 2.417 izin, dan memfasilitasi perselisihan antara perusahaan dengan masyarakat Gresik. "Dengan adanya data itu menunjukan Gresik sangat terbuka terhadap semua investasi, dan kita berusaha membuat Gresik aman dan nyaman sebagai lokasi investasi di Jawa Timur," katanya. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026