Mombasa (Antara/Reuters) - Polisi Kenya hari Senin menembak mati dua militan yang dituduh merencanakan serangan-serangan di negara itu atas nama Al-Shabaab Somalia. Selama penyerbuan fajar terhadap sebuah rumah di kota pelabuhan Mombasa, polisi menembak Kassim Omollo setelah ia membangkang perintah menyerah dan melepaskan tembakan balasan, kata polisi senior Thomas Sangut. Polisi menangkap istri Omollo, yang memberikan informasi yang mengarahkan mereka pada rumah tersangka kedua, Salim Mohammed Nyiro, yang juga dikenal sebagai Abdullahi. "Ia juga membangkang dan berusaha menarik sebuah senapan... namun aparat kami menembak mati tersangka," kata Sangut. Polisi menemukan persenjataan yang mencakup senapan serang, granat, sebuah pistol, amunisi dan bom rakitan di tempat itu, tambahnya. Pihak berwenang yakin Omollo adalah pelatih dan ahli pembuatan bom Al-Shabaab dan polisi melacaknya selama lebih dari setahun. "Ia berpindah-pindah tempat. Hari ini kami melacaknya di Kenya, besok kami akan mendengar ia berada di Somalia. Ia adalah tokoh utama yang mendalangi radikalisasi dan pelatihan pemuda Kenya di Somalia," kata Sangut. "Kami memperoleh informasi bahwa ia datang kembali ke sini untuk merencanakan serangan-serangan teroris di Mombasa dan Nairobi," tambahnya. (*)


Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026