Jember (Antara Jatim) - Sebanyak 800 hektare tanaman tembakau yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mati akibat musim kemarau yang bersifat basah.
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jember, Hendro Handoko, Jumat, mengatakan banyak tanaman tembakau petani yang ditanam pada awal Mei mati hingga mencapai 800 hektare karena curah hujan yang masih deras di kabupaten setempat.
"Tidak sedikit tanaman tembakau mati akibat tergenang air, sehingga petani harus melakukan tanam ulang dengan bibit baru," tuturnya.
Para petani yang tidak mau merugi, lanjut dia, beralih ke tanaman lain seperti menanam padi, jagung, dan sayur mayur yang lebih menguntungkan dibandingkan tembakau.
"Ada kemungkinan luas lahan tembakau di Jember berkurang, namun angka pastinya kami masih belum mengetahui," katanya.
Sementara Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kasturi di Jember, Abdurrahman, mengatakan para petani harus menambal sulam tanaman tembakau yang mati hingga tiga kali karena hingga pekan ini hujan yang turun masih cukup deras.
"Petani kebingungan menghadapi iklim dan cuaca yang tidak menentu, padahal sebagian petani sudah mendapatkan informasi perkiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang disebarkan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Jember," tuturnya.
Ia menjelaskan banyak petani memilih menanam tembakau berdasarkan kebiasaan yakni mulai menanam tembakau di awal musim kemarau (April-Mei) dan memanen tembakau menjelang musim hujan (Agustus-September).
"Kalau kami lambat menanam, bisa-bisa ketika panen kehujanan atau gudang tembakau tutup, sehingga tembakau kami tidak laku," katanya.
Menurut dia, saat ini modal untuk menanam tembakau rata-rata mencapai Rp4 hingga Rp5 juta per hektare untuk pengolahan lahan dan pembelian bibit, sehingga dipastikan petani akan mengalami kerugian yang cukup besar.
Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Jember, Masykur, mengatakan hasil inventarisasi tim yang dikerahkan mendata tanaman tembakau yang mati akibat hujan mencapai 750 hektare yang tersebar di 27 kecamatan dari 31 kecamatan di Jember.(*)
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.