Bukittinggi (Antara) - Tim Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya berharap tuah dari Oscar Pujol Munoz untuk menjadi yang terbaik baik pada kejuaraan balap sepeda internasional "Tour de Singkarak" (TdS) 2013, 2-6 Juni. Pebalap asal Spanyol ini merupakan juara bertahan TdS. Meski baru pertama kali turun di kejuaraan di Indonesia saat itu, langsung mendapatkan tiga gelar sekaligus yaitu "Yellow Jersey" (pebalap tercepat), "Green Jersey" (Raja sprint) dan "Polkadot Jersey" (Raja tanjakan). Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh panitia, TdS, Sabtu, pebalap yang tahun lalu memperkuat Azad University Team Iran ini menjadi satu di antara tujuh pebalap yang diandalkan oleh tim asal Surabaya, Jawa Timur ini. Oscar Pujol Munoz bukanlah satu-satunya pebalap asing yang memperkuat PSN. Ada tiga pebalap asing yang jasanya dibutuhkan oleh manajemen yaitu Sergey Kuzmin, Ryan Sherlock dan Edgar Nohales Nieto. Dan mereka didukung pebalap lokal yaitu Dealton Nur Arif Prayogo, Agung Riyanto dan Jimmy Pranata. Melihat kekuatan yang dimiliki jelas terlihat jika tim asal Surabaya, Jawa Timur, ini akan bersaing dengan tim-tim papan atas lainnya yang diundang panitia dalam mengejar predikat jawara Tour de Singkarak 2013. Meski mengandalkan pebalap yang sudah berpengalaman, bukan berarti akan mudah untuk mendapatkan predikat terbaik. Apalagi Tabriz Petrocemical Cycling Team yang tahun lalu absen kembali turun dengan formasi terbaiknya. Tim asal Iran ini mengandalkan pebalap yang sudah kenyang asam garam balapan di Indonesia, termasuk Tour de Singkarak. Sebut saja Ghader Mizabani dan Mehdi Sohrabi. Kedua pebalap ini sudah tidak asing lagi dan memiliki kelebihan dalam sprint dan tanjakan. Mereka akan didukung penuh oleh lima pebalap lainnya yaitu Hossein Askari, Hossein Nateghi, Saeid Safarzadeh, Alireza Asgharzadeh dan Amir Koladozhagh. Selain Tabriz Petrocemical Cycling Team, ada satu lagi tim asal Iran yang diprediksi akan menjadi pengganjal PSN untuk meraih hasil yang terbaik yaitu Ayadeh Continental Team (Iran). Tim ini diperkuat Ali Ashkbous, Mohammad Rajablou, Alireza Haghi, Ahmad Ghamari, Mohsen Rahmanibeiragh, Hamed Ebadi dan Reza Hosseini. Tim lokal dipastikan tidak tinggal diam. Sang juara bertahan beregu TdS yaitu Putra Perjuangan Bandung, juga bertekad mempertahankan supremasinya. Begitu juga dengan Timnas Indonesia yang diperkuat oleh pebalap yang sebelumnya menjalani pelatnas untuk SEA Games Myanmar. "Kita akan berusaha mempertahankan raihan tahun kemarin. Yang jelas kami sudah siap untuk turun besok, Minggu (2/5)," kata salah satu pebalap Putra Perjuangan Bandung, Dadi Suryadi. Pada etape pertama TdS dari Bukittinggi menuju Bonjol sejauh 104 kilometer, semua pebalap dari 21 akan akan dihadapkan dengan lintasan variatif, namun dimonimasi dengan turunan. Meski demikian, di etape ini ada dua titik KOM dan dua titik sprint. Untuk tim KOM terdapat pada km 34,5 tepatnya Nagari Nan Tujuh dan km 69,5 tepatnya di Muaro Banguang. Sedangkan titik sprint berada di km 62 tepatnya di Bonjol dan di km 80,3 tepatnya di Lubuk Sikaping.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026