Surabaya (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan penguatan keterampilan dan karakter mahasiswa menjadi salah satu upaya menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif menghadapi perubahan dunia kerja sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
“Dunia kerja hari ini menuntut lebih dari sekadar pencapaian akademik,” kata Direktur PT BCA Widodo Mulyono saat menjadi narasumber program BCA Berbagi Ilmu (BBI) di Surabaya, Senin.
Widodo mengatakan mahasiswa perlu mengembangkan kemampuan kepemimpinan, memanfaatkan teknologi secara bijak, belajar secara aktif dan strategis, serta terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu memberikan nilai tambah di lingkungan profesional.
Menurut dia, generasi muda juga perlu memandang kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang, sehingga memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.
Program BBI hadir di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) pada 8 Oktober dan Universitas Airlangga (UNAIR) pada 9 Oktober 2026 dengan menjangkau lebih dari 1.100 mahasiswa melalui tema Sharpening Your Edge: Skills and Attitude for The Next Chapter.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh perspektif praktis dari para pemimpin perusahaan mengenai dunia kerja, kepemimpinan, transformasi digital, dan kompetensi yang dibutuhkan untuk terus berkembang.
Ia berharap pembelajaran tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan tinggi, sekaligus mendorong mereka menjadi talenta yang adaptif dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
BCA Berbagi Ilmu telah dilaksanakan sejak 2023 dan hingga 2025 menjangkau 24 perguruan tinggi dengan total lebih dari 16.000 mahasiswa, sedangkan pada Januari hingga Agustus 2026 program itu telah dilaksanakan di lima perguruan tinggi dengan peserta sebanyak 3.596 mahasiswa.
Program tersebut mengangkat empat topik utama, yakni kepemimpinan dan pengaruh sosial, pemanfaatan teknologi, pembelajaran aktif dan strategis, serta pengembangan diri untuk menciptakan nilai tambah.
Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, pengembangan kompetensi generasi muda diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri dan memanfaatkan peluang bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Pewarta: Astrid Faidlatul HabibahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.