Oleh Hendrina Dian Kandipi
Sentani, (Antara) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menegaskan bahwa mencuatnya soal pemeriksaan kasus suap daging impor bukanlah sebuah benturan antara KPK dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Karena itu, masyarakat dan media dimohon untuk dapat memahami bukan sebagai sebuah benturan, melainkan hukum," katanya kepada wartawan di Jayapura, Senin, menanggapi pandangan sejumlah kalangan bahwa cara KPK menggeledah mobil di kantor PKS itu menyalahi prosedur.
Ia menjelaskan pihaknya akan tetap melakukan tindakan-tindakan hukum sesuai peraturan yang ada, karena penyitaan terhadap benda atau kendaraan yang sudah dan akan dilakukan KPK terhadap beberapa unit di kantor PKS akan terus dilakukan dan tidak akan berhenti.
"Sekali ini ini bukan benturan antara KPK dan PKS, tetapi sedang memburu para pelaku tindak pidana korupsi," ujar Abraham.
Menurut Abraham, kasus ini bukanlah secara kelembagaan atau partainya, tetapi orang yang sudah melakukan kejahatan yang kebetulan saja mungkin adalah kader PKS.
"KPK tidak akan kompromi terhadap para pelaku tindak korupsi," tandas Abraham selanjutnya. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.