Gresik, (Antara Jatim) - Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SD selama tiga hari terakhir di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berjalan lancar dan tidak ada kendala apa pun, kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Gresik, Abdul Munif, usai rapat evaluasi pelaksanaan UN tingkat SD, Rabu.
"Hasil evaluasi pelaksanaan UN tingkat SD di Gresik berjalan lancar tanpa halangan sedikitpun, mulai dari distribusi soal hingga pengamanan soal tidak ada kendala," katanya.
Untuk jumlah siswa yang tidak hadir selama UN berlangsung, tercatat sebanyak 28 siswa dari total 20. 938 peserta, dengan rincian 3 siswa meninggal dunia, 24 siswa putus sekolah dan 1 siswa izin sakit.
Siswa yang meninggal, berasal dari Kecamatan Menganti, Sidayu dan Driyirejo, sedangkan siswa yang putus sekolah merata berasal dari berbagai lembaga pendidikan di sejumlah kecamatan.
Terkait pengumuman kelulusan, untuk tingkat SMA akan dilaksanakan pada hari Jumat (24/05), SMP pada hari Sabtu (01/06) dan SD pada hari Minggu (16/06).
"Bagi siswa yang tidak bisa mengikuti pelaksanan UN sesuai jadwal atau sedang izin sakit, bisa mengikuti UN susulan yang serentak digelar pada Senin (13/5) dengan mata pelajaran yang sama," katanya.
Sementara itu, hasil evaluasi lain adalah masih adanya keterlambatan masuk lembar jawaban komputer (LJK) dari wilayah Kepulauan Bawean.
Lutfi mengaku, keterlambatan itu karena pengiriman masih terkendala masalah cuaca, sehingga mengalami keterlambatan masuk ke kantor Disdik Gresik.
"Rencananya, kapal dari Kepulauan Bawean akan masuk ke Gresik pada Sabtu (10/5), sebab saat ini masih terjadi cuaca buruk," katanya.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.