Malang (Antara) - Bupati Malang Rendra Kresna meminta seluruh lapisan masyarakat dan satuan kerja perangkat daerah di lingkungan pemkab setempat untuk menyukseskan sensus pertanian 2013 yang digelar mulai 1-31 Mei mendatang.
"Semua pihak harus membantu kelancaran sensus pertanian ini. Dan, masyarakat juga harus memberikan data yang benar kepada petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebab sensus ini tidak ada kaitannya dengan pajak," tegas Rendra Kresna di Malang, Rabu.
Ia menegaskan seluruh warga harus memberikan data yang sebenarnya, termasuk luas lahan pertanian yang digarap dan komoditas tanamannya. Jangan sampai ukuran luasnya maupun hasil panennya dikurangi dengan harapan bisa mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah.
Secara tegas, Rendra mengatakan jika sensus pertanian tersebut tidak ada kaitannya dengan berbagai bantuan untk warga, seperti BLT, layanan kesehatan melalui jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas), jaminan kesehatan daerah (jamkesda) maupun bentuk bantuan lainnya.
Menurut Rendra, data yang diperoleh dalam sensus ini, akan menjadi salah satu alat bagi untuk mengukur keberhasilan sektoral maupun parsial, sebab sektor pertanian di Kabupaten Malang ditangani oleh empat SKPD dan dibantu SKPD lainnya.
Sementara itu Kepala Seksi Statustik Produksi BPS Kabupaten malang Agus Sudibyo mengatakan jika sensus pertanian di daerah itu melibatkan 3.104 petugas, dengan rincian 2.328 orang sebagai petugas pencacah di lapangan dan 776 sebagai koordinator.
Sensus pertanian tersebut meliputi tanaman pangan, hortikultura, perikanan laut, peternakan, kehutanan dan perkebunan. "Sensus ini untuk mendapatkan data yang akurat dan lengkap di sektor pertanian," ujarnya.
Sementara itu data dari Dinas Pertanian Kabupaten Malang disebutkan, luas baku sawah di daerah itu mencapai 49.519 hektare dan tegalan seluas 99.764 hektare. Jumlah rata-rata tanaman padi mencapai 60.000 hektare per tahun dengan produktivitas mencapai 69,04 ton per hektare gabah kering giling (GKG).
Sedangkan luas tanaman jagung mencapai 62.000 hektare dengan produktivitas mencapai 50,51 kuintal per hektare. Kabupaten Malang juga berhasil memberikan kontribusi dalam peningkatan produksi gabah nasional sebesar 460.660 ton GKG atau setara dengan 289.179 ton beras.
Sementara luas panen jagung mencapai 59.110 hektare dengan rata-rata produktivitas 51,51 ton pipil kering.(*)
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.